BeritaKegiatanTaushiyah

YAUMUL IJTIMA’: MOMEN KEBANGKITAN NU DI KABUPATEN BANDUNG

 

Di pondok pesantren Al-Huda Rancaekek, jarum jam menunjukkan waktu 09.30 wib. Para tamu undangan dalam acara Yaumul Ijtima’ sudah berdatangan. Acara Yaumul Ijtima’ diawali dengan pemaparan berbagai masalah keorganisasian oleh Sekretaris Tanfidziah, almukarram KH Imron Rosyadi, S.Ag. Dengan panjang lebar beliau memaparkan program-program PCNU Kabupaten Bandung.

Diantara yang dikemukakan oleh KH Imron adalah bahwa potensi kuantitas dan kualitas warga nahdliyin di Kabupaten Bandung ini sangat besar. Potensi ini belum tergali secara optimal karena belum terorganisir dan terkelola dalam suatu wadah organisasi yang solid. Berbagai kendala yang dihadapi oleh para aktivis NU di lapangan masih banyak yang belum bisa diatasi. Potensi yang luar biasa ini diibaratkan sebagai raksasa yang sedang tidur. Jika potensi ini berhasil dibangunkan, maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk kemaslahatan dan kemajuan umat dan bangsa, dan untuk kebangkitan NU di Kabupaten Bandung.

Lebih jauh, beliau mengatakan bahwa berbagai program yang digulirkan adalah upaya untuk menghadapi berbagai kendala tersebut. Untuk membangkitkan perekonomian dan membangun kemandirian warga nahdliyin, maka dibentuklah LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama). Untuk mengatasi berbagai kendala dalam masalah hukum, maka dibentuklah LPBHNU. Selain membentuk lembaga-lembaga baru, diupayakan juga peningkatan kinerja lembaga-lembaga yang sudah ada.

Diantara lembaga yang berupaya ditingkatkan kinerjanya adalah LTN-NU (Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama). Saat ini, lembaga yang bergerak di bidang informasi, komunikasi, dan publikasi ini mengelola berbagai akun media online. Untuk Instagram ada ltn_nu_bdg, untuk Twitter ada LtnNu_kabBdg, untuk Youtube ada LTN NU Kab. Bandung, untuk Facebook ada LTN-NU-Kab-Bandung, dan ada situs pcnukabbandung.org. Kiprah di media online ini sangat penting mengingat media online saat ini paling banyak diakses masyarakat dan terbukti sangat mempengaruhi bahkan menguasai opini publik di negeri ini. Warga NU di kabupaten Bandung harus berupaya memanfaatkan media online untuk mengukuhkan eksistensi NU, menyebarkan kebaikan, serta melawan berita hoax, kebencian, dan perpecahan.

Salah satu tugas berat yang dibebankan PCNU Kabupaten Bandung kepada LTN-NU adalah membangun data base warga NU. Tugas ini memang dirasa berat, tetapi sangat penting untuk mendukung berbagai program PCNU yang lain. Tanpa data base yang kokoh dan sistem keanggotaan yang rapih, NU di kabupaten Bandung akan sulit berkembang. Karena itu, LTN-NU Kabupaten Bandung akan melaksanakan tugas ini sebaik mungkin. Berdasarkan data base tersebut, berbagai program akan bisa bergulir dengan baik, diantaranya pembuatan Kartu Tanda Anggota NU (KARTANU). Pembuatan KARTANU ini akan dikelola oleh LTN juga dan akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Yaumul Ijtima’ ini selain dihadiri oleh para pengurus PCNU Kabupaten Bandung, juga dihadiri oleh para pengurus dan anggota MWCNU se-kabupaten Bandung, dan para pengurus Banom/Lembaga di lingkungan PCNU Kabupaten Bandung. Diantara yang hadir ada ketua LPBHNU, dan LPPNU Kabupaten Bandung. Pada pelaksanaan Yaumul Ijtima’ yang akan datang, ada baiknya kalau para pimpinan lembaga ini diberi waktu untuk memaparkan sendiri program-programnya. Hal ini banyak sisi positifnya, diantaranya: pertama, pemaparan akan lebih komprehensif karena mereka pasti menguasai programnya masing-masing, kedua, merupakan ajang pengenalan setiap lembaga sehingga akan terjalin sinergi yang lebih baik, ketiga, semangat dan keaktifan setiap lembaga akan semakin meningkat, dan keempat, kegiatan Yaumul Ijtima akan semakin menarik dan tidak monoton.

Setelah pemaparan keorganisasian selesai, dilanjutkan dengan sambutan dari almukarram Dr. KH. Asep Jamaludin. Diantara pesan yang beliau sampaikan adalah seluruh lembaga milik nahdliyin di Kabupaten Bandung harus terus berbenah. Diantara pembenahan yang harus dilakukan adalah dalam bidang administrasi dan legalitas lembaga. Seluruh pesantren harus memiliki Ijin Operasional dan SK Kemenhumkam agar legalitasnya kokoh di mata hukum dan akan lebih mudah terjangkau oleh program-program bantuan pemerintah.

Setelah sambutan dari Ketua Tanfidziah, langsung dilanjutkan dengan kegiatan Bahtsul Masail dengan dipimpin oleh almukarram KH Asep Saepudin. Acara Bahtsul Masail kali ini membahas tentang persoalan di sekitar masjid, khususnya tentang masjid al-Haram. Hal-hal yang diperbincangkan diantaranya adalah tentang keutamaan pahala bagi yang shalat di Masjid al-Harom. Dan hal ini juga berkaitan dengan definisi masjid, serta batas-batas masjid secara fisik. para peserta aktif memberikan pendapat dan dalilnya. Para peserta sepakat bahwa masalah ini adalah masalah ikhtilaf. Artinya, pendapat para ulama dalam masalah ini berbeda-beda. Dalam masalah fikih, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan dengan bahtsul masail kita akan dididik semakin toleran terhadap perbedaan pendapat.

Pada pukul 13.30 wib, acara bahtsul masail selesai. Acara ini diakhiri dengan makan siang bersama. Berbagai unsur dan lembaga memanfaatkan makan siang ini untuk saling berkoordinasi satu sama lain. Kebangkitan NU di Kabupaten Bandung insya Allah akan segera terwujud melalui kesungguhan, keikhlasan, dan ketekunan kita dalam berjuang. Semoga, aamiin. Wallahul muwafiq ila aqwamith thariq.

Tampilkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: