Taushiyah

Ulama dan Dakwah

Al-Musri

Sejarah telah mencatat bahwa penyebaran dan perkembangan dakwah Islam di Indonesia tak luput dari peran para ulama (Kyai) di dalam menyebarkan Islam kepada masyarakat yang dimulai dari sejak masa kedatangan islam pada sekitar abad 11 sampai sekarang. Keberhasilan para ulama dalam menyebarkan dan mengembangkan agama Islam kepada masyarakat Indonesia sebab didukung oleh beragam faktor fisik dan non fisik. Salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan dakwah Islam yang dilakukan para ulama adalah dengan membangun pondok pesantren sebagai pusat atau basis utama dalam sarana pengajaran, pengembangan dan dakwah kepada masyarakat.

              Peranan pesantren selain sebagai lembaga pendidikan, pengembangan ilmu-ilmu keislaman dan dakwah Islami kepada masyarakat. Dalam perkembangannya di masa kini pesantren juga memiliki peranan ideologis, peranan ideologis ini tampak dalam menangkal dan mencegah berkembangnya beragam faham yang menyimpang dan sesat yang mengancam dan merusak keharmonisan, nilai-nilai kehidupan, serta kesatuan dan keutuhan agama, masyarakat, bangsa dan negara. Karena sesungguhnya agama Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang, cinta damai, dan keharmonisan. Selain itu, juga mengajarkan dan mendorong perbuatan yang baik yang berguna bagi kehidupan dan mencegah serta menolak semua hal yang merendahkan martabat manusia.

              Namun demikian, pesantren dapat memainkan peranannya secara maksimal, jika didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pondok pesantren Nahjussalam Al-Musri yang kami adalah terbatasnya sarana bangunan madrasah yang merupakan salah satu elemen pokok dalam proses pendidikan dan dakwah kepada pelajar (santri) dan masyarakat. Oleh sebab itu, pembangunan /perluasan madrasah pun perlu dilakukan ke arah atas dan ke samping belakang madrasah, karena bangunan madrasah yang ada terlampau kecil dan tidak dapat menampung orang dalam jumlah banyak.

              Demikian diharapkan peran dan kiprah pesantren sebagai lembaga pendidikan, dan pengembangan keilmuan serta dakwah, juga sebagai lembaga yang dapat menangkal dan mencegah beragam faham yang menyimpang dan menyesatkan serta merusak keutuhan dan kesatuan bangsa dan negara dapat terus berlanjut. Sehingga akan tercipta tatanan masyarakat yang damai dan harmonis dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia.

Tampilkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: