ToT Angkatan 7Solokanjeruk, (06/04/14). Alhamdulillah, meskipun dilaksanakan di wilayah Bandung Timur yang nota bene merupakan basis industri tekstil, termasuk masyarakatnya merupakan masyarakat pekerja. Namun ternyata semangat untuk menyemai amal guna membela dan mempertahankan paham Ahlussunnah wal Jama`ah, terus berkobar tanpa sedikit pun terganggu oleh pekerjaan yang menuntutnya.
 IMG20140406141748Dari hari Jumat petang, 4 April 2014, sampai Minggu petang, 6 April 2014, Training of Trainer (ToT) Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung Angkatan Ke-7, kembali digulirkan. Program pembinaan kader NU yang dirancang dan digulirkan oleh Pengurus Cabang NU Kab. Bandung Angkatan ke-7 ini meliputi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Majalaya, Solokanjeruk, Ibun dan Paseh. Total peserta perwakilan ranting NU dari empat kecamatan tersebut, ditambah perwakilan Banom Muslimat dan Fatayat, mencapai jumlah 96 orang. Adapun tempat pelaksanaannya diselenggarakan di kompleks Pesantren Unwanul Falah, Solokanjeruk, yang diasuh oleh KH. Sirojul Falah.
Dibuka pada hari Jumat petang, dengan diiringi penampilan atraktif dari group Drum Band milik MWC NU Majalaya, selanjutnya Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Bandung, KH. A Manshur, yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Ceng Amas, membuka acara ToT Angkatan ke7 secara resmi. Pada pembukaan tersebut, hadir pula alim ulama se-Bandung Timur, serta para pengurus cabang dan lajnah, di antaranya Sekretaris Tanfidziyah, H. Usep Dedi Rostandi, MA., Wakil Ketua Tanfidziyah, H. Imron Rosadi, M.Pd.I., Katib Syuriyah, KH. Drs. Asep Jamaluddin. M.Pd.I, Ketua LTN NU, Harry Yuniardi, M.Ag, dan yang lainnya.
Sama seperti sebelumnya, target utama dalam program ToT Kader Penggerak NU ini adalah menciptakan regenerasi pengurus NU sampai ke tingkat ranting, yang memiliki militansi tinggi terhadap orientasi pembelaan atas paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dua hal tersebut, yaitu paham Aswaja dan NKRI, akhir-akhir ini terus diserang oleh beberapa pihak yang menginginkan hancurnya negara Indonesia. Sebagai pengejawantahan sederhana dari patron NU yang akan selalu menjadi garda terdepan dalam membela dan mempertahankan Aswaja dan NKRI, maka dalam setiap acara yang dilaksanakan, pasti akan dibuka dengan rangkaian hadrah tawasul serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, di mana ada NU di sana ada Indonesia Raya.
Hujan dan panas, silih berganti menghiasi cuaca di tiga hari masa ToT, namun meski demikian, para peserta tetap semangat dalam menjalani program penempaan mental tersebut. Suasana ceria tampak dari senda gurau yang dilontarkan oleh para peserta selama materi disampaikan oleh para trainer, mereka seakan lupa akan padatnya waktu yang digunakan untuk penyerapan materi. Yel-yel NU menjadi pemecah lelah, penumbuh semangat baru, “Siapa Kita? NU!
Selain materi pengenalan tentang tata organisasi NU, materi tentang peta tantangan ke depan, baik dari aspek akidah maupun fiqh hingga politik, diurai tuntas oleh para pemateri. Para peserta selain dibekali peralatan “perang” berupa software-software yang dapat membantu memperkaya perbendaharaan ilmu di lapangan, guna membendung serangan-serangan paham wahabi yang mewabah, juga dibekali “pengetahuan” untuk memilih wakil-wakil dewan yang benar-benar peduli terhadap Nahdlatul Ulama, mereka diwanti-wanti untuk tidak salah memilih dalam perhelatan Pemilu 2014 ini.
IMG20140405233529Pada malam terakhir, tepatnya malam minggu, setelah sebelumnya diisi dengan materi dari para Trainer, pada pukul 22.00 WIB, dilanjut dengan acara nonton bersama film “Sang Kyai”, selain para kader, masyarakat setempat juga tampak hadir menyemut di lapangan sekolah MTs. Unwanul Falah.
IMG20140406151305Tepat pukul 13.00 hari Minggu, para peserta dilepas oleh segenap Panitia, tidak terasa 3 hari dua malam, terasa begitu singkat. Semoga dengan waktu yang demikian singkat, namun mereka para kader, mampu menyerap materi dengan maksimal, sehingga sekembalinya mereka ke tempat masing-masing, mampu menjadi benteng Aswaja dan NKRI yang sangat tangguh. Dan yang paling penting, silaturrahmi antara pengurus cabang dengan pengurus ranting, benar-benar terjalin dengan erat. (Abu Hisam)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.