Suara Ormas Islam Dikebiri di Musda MUI Kabupaten Bandung

4

Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung KH Imron Rosyadi menilai suara ormas Islam dikebiri pada Musyawarah Daerah VIII Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bandung yang berlangsung di Gedung Ormas Kabupaten Bandung, Soreang, Sabtu (30/6).

Penilaian itu karena pada pemilihan formatur untuk pengurusan MUI periode selanjutnya tidak melibatkan suara dari perwakilan ormas mana pun.

Menurut Imron, MUI wadah ormas seperti KNPI sebagai wadah organisasi kepemudaan (OKP) atau Komite Oleharaga Nasional Indonesia (KONI) untuk wadah pengurus cabang olahraga.

Namun pada kenyataannya, lanjut Imron, ormas islam tidak punya untuk memilih dan dipilih pada Musda MUI Bandung kali ini.

“Suara ormas dikebiri,” katanya ketika dihubungi NU Online dari Jakarta, Sabtu (30/6) sore.

Ia merinci, pengebirian suara ormas pada Musda MUI tersebut dimulai dari penafsiran peraturan organisasi pasal 3 ayat 3 tentang formatur MUI. Di pasal tersebut tidak menyebutkan klausul formatur dari perwakilan ormas.

Karena itulah, Pimpinan Sidang KH Yayan Hasuna Hudaya kemudian menetapkan 11 orang formatur. Mereka adalah ketua dan sekretaris MUI demisioner, satu orang dari unsur dewan pembina, empat orang dari unsur MUI kecamatan, serta empat orang dari unsur pesantren.

Padahal, kata Imron, pada Musda tersebut hadir perwakilan 6 ormas di antaranya NU dan Persis. Dengan demikian, ormas yang hadir tak lebih dari sekadar peninjau, bukan peserta penuh.

“NU melakukan walk out dari Musda karena menilai keputasan tersebut telah melenceng. Padahal sebelumnya, utusan dari MUI Jawa Barat sudah memberikan masukan agar melibatkan perwakilan ormas,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Sumber : NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here