Semangat Peserta Pendidikan Kader Penggerak NU Angkatan 2

304
Peserta ToT angkatan 2
Peserta ToT angkatan 2

Kader penggerak NU angkatan 2, yang terdiri dari 40 orang perwakilan desa se Bandung Timur mengikuti kegiatan ToT dengan antusias, terbukti dari munculnya pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepada nara sumber.

Dra. Hj. Ella M. Giri Komala sebagai anggota DPD RI perwakilan Jawa Barat menyampaikan masalah yang berkaitan dengan kenegaraan yaitu Empat Pilar Kebangsaan; Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Empat pilar kebangsaan ini perlu terus disosialisasikan karena fenomena masyarakat Indonesia yang cenderung melupakan Pancasila sebagai Dasar Negara sehingga bayak pemegang kebijakan yang tidak menghayati dan mengamalkan isi pancasila.

Berkaitan dengan UUD 1945 perlu disosialisasikan karena UUD 1945 yang menjadi dasar hukum di Indonesia telah mengalami perubahan

Hj. Ella DPD RI
Hj. Ella DPD RI

sebanyak empat kali. Perubahan itu perlu dilakukan untuk menyempurnakan aturan dasar yang berhubungan dengan tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan dan kesejahteraan sosial.

Bhineka Tunggal Ika harus terus disuarakan agar masyarakat Indonesia tahu bahwa bangsa Indonesia ini terdiri dari dari berbagai suku bangsa dan agama. Sehingga semua masyarakat Indonesia dari berbagai suku dan agama harus saling mendukung untuk kemajuan dan kebesaran bangsa Indonesia. Tidak ada saling menyerang dan menjelekan antar suku dan pemeluk agama.

NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) merupakan harga mati yang tidak boleh dirubah sampai kapanpun karena inilah cita-cita dan hasil perjuangan para Founding Father negara ini.

KH. A. Saifuddin Kamil
KH. A. Saifuddin Kamil

KH. A. Saifuddin Kamil sebagai Narasumber selanjutnya menjelaskan tentang pengertian Ahlussunah wal Jama’ah, menurut Syaikh Abu al-Fadhil bin Abd al-Syakir Ahlussunah wal Jama’ah adalah orang-orang yang melaksanakan kebiasaan Rasul dan shahabat dalam aqidah dan amal perbuatan sehari-hari. Dalam hal mengikuti amalah yang dikerjakan para shahabat banyak hal-hal yang belum ada masa Rasul tapi dilakukan oleh Khulafa al-Rosyidin ra., seperti mengumpulkan dan membukukan Al-Qur’an, Shalat Tarawaih berjamah 23 raka’at, adzan Jum’at dua kali  dan lain-lainnya. Perbuatan Khulafa al-Rosyidin itu bisa dipertanggungjawabkan karena Sabda Rasul “Kalian harus mengikuti sunahku dan sunah Khulafa al-Rasyidin”.

Sementara Kasi Madrasah Kamenag Kab. Bandung, DR. H. Cece Hidayat, M.Si. menjelaskan tentang perkembangan lembaga pendidikan madrasah di Kab. Bandung yang masih harus ditingkatkan agar tidak ketinggalan oleh lembaga pendidikan umum. Masyarakat NU yang mayoritas berlatar belakang pesantren harus ikut memelihara dan membesarkan lembaga pendidikan madrasah yang berbasis keagamaan untuk menjaga dan meningkatkan moral bangsa.

Dalam kesempatan itu juga, Kasi madrasah meminta para peserta ToT kader penggerak NU angkatan ke 2 untuk membuat data base lembaga

DR. H. Cece Hidayat, M.Si.
DR. H. Cece Hidayat, M.Si.

pendidikan dan tenaga pengajar Nahdlatul Ulama. Sehingga pemerintah, dalam hal ini Kamenag, tidak sulit untuk menyalurkan  program-program yang berkaitan dengan lembaga pendidikan dan tenaga pengajar keagamaan.

Setelah selesai pemaparan materi dari ke tiga nara sumber, para peserta ToT kader penggerak NU angkatan ke 2 ini langsung menyambutnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang dihadapinya di daerah masing-masing. Karena semangatnya para peserta terkadang waktu sudah habis masih banyak pertanyaan dari para peserta yang belum sempat dijawab oleh para Narasumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here