SEMANGAT JIHAD DALAM KEMERDEKAAN INDONESIA

45

Oleh: Indra Meirwanda

Merdeka.. Merdeka.. Merdeka..
Gaung kata tersebut sering kita jumpai setiap tanggal 17 Agustus. Definisi kata merdeka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bebas dari perhambaan, penjajahan, berdiri sendiri dan sebagainya. Tepat hari ini, Jum’at 17 Agustus 2018, kita merayakan hari jadi kemerdekaan Indonesia yang ke-73. Dimana naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia
pertama kali dibacakan oleh sang proklamator, penggagas kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno atau sering kita sebut Bung Karno.

Telah kita ketahui, Negara Indonesia
pernah mengalami fase sulit. Kekuasaan bangsa kita dipegang penuh oleh Belanda selama 350 tahun dan Jepang selama 3,5 Tahun. Setelah peristiwa Bom Hiroshima dan Nagasaki yang menandakan kekalahan Jepang oleh pihak sekutu, Indonesia menuntut kepada pihak jepang untuk mundur dan menyerahkan kekuasaan sepenuhnya kepada Indonesia. Dengan berbagai upaya yg dilakukan serta kegigihan Ir. Soekarno dan para tokoh di era nya ingin mewujudkan kemerdekaan bangsa akhirnya tercapai. Naskah proklamasi pun dibacakan pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di kediaman Bung Karno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Diiringi prosesi pengibaran sangsaka Merah Putih buatan tangan Ibu Fatmawati (Isteri Bung Karno) sebagai tanda Indonesia telah Merdeka.

Tak terlepas dari situ, setelah kemerdekaan didapat, ternyata bangsa Indonesia masih menghadapi kekuatan sekutu yang berupaya untuk menanamkan kembali kekuasaan Belanda di indonesia, yaitu pemaksaan untuk mengakui pemerintahan NICA (Nederlandsch Indie Civil Administratie). NICA merupakan organisasi semi militer yang dibentuk pada tanggal 03 April 1944 yang bertugas mengembalikan pemerintahan sipil dan hukum pemerintah kolonial Hindia Belanda selepas kapitulasi pasukan pendudukan Jepang di wilayah Indonesia seusai Perang Dunia II (1939 – 1945). Dengan menggaet tentara inggris, NICA terus berupaya mengembalikan kekuasaan Indonesia. Hal ini memicu pergerakan perlawanan rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.

Tercetuslah Resolusi Jihad Rois Akbar Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945. Dengan semangat jihad yang dikumandangkan beliau bukanlah semata-mata memunculkan semangat berperang saja. Namun lebih dari itu semangat resolusi jihad dilandasi semangat perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan dan penindasan. Diktum hubbul wathan minal iman melandasi semangat juang dan sebagai bahan bakar untuk melecut semangat arek-arek Suroboyo dalam menghalau penjajahan yang dimotori NICA yang berujung pada pertempuran di Surabaya pada tanggal 10 November 1945, yang kemudian diperingati menjadi Hari Pahlawan.

Setelah kejadian tersebut, dunia internasional mengakui eksistensi Indonesia. Jika tidak demikian, bukan tidak mungkin posisi Indonesia akan terus dipandang sebagai negara yang belum merdeka.

Dapat diartikan, mempertahankan kemerdekaan dengan mewujudkan kecintaan pada Indonesia merupakan jihad yang riil dan dapat kita lakukan dalam aktifitas sehari-hari. Dengan bersatu, melawan kolonialisme, radikalisme dan intoleransi serta menciptakan kerukunan antar umat, suku, agama dan budaya merupakan salah satu bentuk kecintaan yang patut kita terapkan.

Indonesia adalah bangsa yang besar dan berkesempatan besar untuk maju. Dengan menyatukan seluruh sumber daya yang ada dan mengimplementasikan cinta kepada bangsa, niscaya eksistensi kemerdekaan Indonesia akan terus menggema diseluruh pelosok dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here