RAPIMNAS LTM NU Regional V Provinsi Jawa Barat

244

Pada hari Sabtu, 24 Maret 2012 bertempat di Sekretariat PWNU Jawa Barat Jln. Terusan Galunggung No. 9 Bandung dilaksanakan pembukaan Rapimnas Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama Region V- PWNU Jawa Barat dengan thema “Wujudkan Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat”

Dalam sambutannya Ketua PP. LTM NU masa khidmat 2010 – 2015 KH. Abdul Manan A. Ghani  mengatakan bahwa Masjid/Mushala/Surau milik warga NU ada sekitar 800.000. Hanya saja, Pengurus NU belum optimal memanfaatkan potensi mesjid  sehingga banyak mesjid NU yang dipengaruhi oleh tradisi-tradisi di luar NU bahkan dikuasai orang lain.

Ormas NU ini warisan para Wali sementara Wali Sunan Gunung Djati sendiri meninggalkan amanat “Ingsun titip tajug karo fakir miskin”. Untuk itu, sudah sapantasnya sebagai warga NU kita melaksanakan amanat itu dengan memakmurkan mesjid.

Sementara Ketua PBNU Prof. Dr. Said Aqil Siradj dalam sambutannya mengatakan bahwa kita hidup di era globalisasi, era yang penuh dengan  paradoks jauhnya jarak di miskin dan si kaya, terlalu vulgarnya kemaksiatan di atas kebaikan, banyaknya kerusakan dari pada perbaikan. Tapi, kita tidak terlalu khawatir selama kita hidup di lingkungan Ahlussunah wal Jama’ah. Masyarakat  masih memerlukan kelompok Ahlussunah wal Jama’ah. Asal, harus memahami dan melaksanakan pengertian Ahlussunah wal Jama’ah, yaitu golongan orang yang taat beragama,  lillahi ta’ala bukan karena materi dan duniawi dan harus sesuai dengan Sunah Rasul.

Selanjutnya, Prof. Dr. Aqil Siradj menyatakan, Warga Nahdliyyin harus menjaga  keutuhan jama’ah dan kebersamaan, yang dimaksud dengan keutuhan jama’ah di sini adalah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia ). Ibaratnya, di pundak NU ini ada dua beban, sebelah kanan beban harus menjaga agama dan pundak sebelah kiri harus menjaga jama’ah, yaitu NKRI.

Negara Timur Tengah telah diberhasil dicabik-cabik musuh, entah kapan meraka bisa bersatu dan bangkit kembali. Banyak ulama Suni Negara Timur Tengah yang sudah porak poranda itu datang ke Indonesia dan mendatangi PBNU. mereka berharap NU bisa menjaga tradisi Suni di dunia Islam. Sungguh berat tanggung jawab kita sebagai warga NU, tapi percayalah itu perbuatan mulia. Kita harus yakin bahwa “kami yang benar, kebenaran berdasarkan agama dan kebenaran berbangsa.

Dalam kegiatan Rapimnas yang berjalan selama dua hari, mulai Sabtu, 24 Maret sampai dengan Ahad 25 Maret 2012 ini PCNU Kabupaten Bandung mengirim 6 orang  utusan: Ketua Tanfidziyah KH. A. Manshur, Wakil Ketua Tanfidziyah H. Imron Rosadi, S.Ag., Sekretaris Tanfidziyah H. Usep Dedi Rostandi, MA. Dan dari Lembaga Ta’mir Masjid NU Kabupaten Bandung Dadi Sugandi, S.Ag., sebagai Ketua, Dadang Mustofa, S.Pd.I., sebagai Wakil Sekretaris dan Agus Suharjo, S.Ag., sebagai Koordinator Bidang Publikasi dan Informasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here