RAKERNAS KE-1 PERGUNU; “Dengan Rakernas Pergunu Kita Songsong Indonesia yang Adil dan Makmur”

424

Persatuan Guru Nadlatul Ulama (Pergunu) merupakan organisasi profesi di bidang pendidikan yang di bawah panji Nahdlatul Ulama. Pergunu mempunyai misi untuk; 1) Mewujudkan masyarakat Indonesia khususnya para pendidik yang sadar beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, 2) Mewujudkan masyarakatan Indonesia khususnya para pendidik yang berkualitas, mandiri dan bertaqwa kepada Allah SWT, 3) Mewujudkan masyarakat Indonesia khususnya para pendidik, yang sadar akan kewajiban dan haknya menurut ajaran Islam baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat, dan 4) Melaksanakan tujuan Jam’iyaah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) sehingga terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang merata dan diridloi Allah SWT.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Pergunu melaksanakan Rakernas ke-1 pada tanggal 6-8 Juli 2012 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto-Jawa Timur. Rakernas tersebut diikuiti oleh seluruh Pimpingan Wilayah (PW)  dan Pimpinan Cabang (PC) Pergunu se-Indonesia. Rakernas tersebut dibuka oleh Sekjen PBNU KH. Dr. Marsudi Syuhud, MA. meminta Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dapat memaksimalkan peran media, di tengah gencarnya berbagai publikasi media oleh ormas di luar Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Anggapan bahwa mempublikasikan berbagai kegiatan dan dakwah disebut riya’ atau pamer katanya perlu diubah. ” Mempublikasikan dakwah itu bukan riya’. Kita harus ceritakan kegiatan kita pada media, koran, televisi, majalah, internet. Karena sarana dakwah yang paling efektif saat ini adalah media,” katanya ketika membuka Rakernas Pergunu, Sabtu (7/7) di Aula Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto. Sementara itu Prof Kacung Maridjan staf ahli Mendiknas menyatakan akan bersinergi dengan Pergunu. “Pemerintah  belum berbuat untuk Pergunu, tapi kalu Pergunu memberi beasiswa pada para guru dan dosen, maka kita akan lakukan sinergi,” ujar Prof Kacung yang juga Ketua PBNU itu disambut tepuk meriah.

Sementara itu dalam orasi ilmiah, menurut Menakertrans Drs. H. Muhaimin Iskandar, M.Si., “Indonesia tanpa perjuangan Gusdur dan NU maka Indonesia takan terwujud menjadi Negara Demokrasi”. Serta beliau berharap dalam melalui Rakernas ini, Pergunu bisa mendorong terwujudnya calon-calon pemimpin yang berkualitas, serta dapat mewujudkan lulusan-lulusan pendidikan kita yang siap bersaing dalam dunia kerja.
Sementara dalam kegiatan itu juga diisi dengan pengukuhan Pimpinan Pusat Pergunu masa khidmat 2011-2016 yang dipimpin langsung Ketua Umum Pergunu KH. Dr. Asep Saifudin Chalim. Usai pengukuhan acara dilanjutkan dengan launching edisi perdana jurnal “Progres” diharapkan jurnal tersebut akan menjadi sumber bacaan penting, aktual, dan mengembangkan kemampuan para guru; peresmian “Dapur Pergunu” sebuah bangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai kantor melainkan sebagai pusat perencanaan, pengendalian, dan operasional aktivitas seluruh anggota Pergunu.
Tak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan sosialisasi pemberian beasiswa kepada 1000 guru/ustadz anggota Pergunu dan 200 beasiswa untuk kepala sekolah/ madrasah anggota Pergunu. Menurut Ketua Umum Pergunu KH. Dr. asep Saifudin Chalim, persyaratan beasiswa program S-1 adalah SK pengangkatan guru yayasan/lembaga/pemerintah, SK pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah, jadwal pelajaran, mempunyai NUPTK, mempunyai kartu Pergunu, mempunyai KTP, dan diutamakan berusia dibawah 25 tahun. Sedangkan untuk Program S-2 persyaratannya adalah SK pengangkatan kepala sekolah/dosen dari yayasan/pemerintah, program kerja kepala sekolah, jadwal pelajaran, mempunyai NUPTK, mempunyai kartu Pergunu, mempunyai KTP, dan diutamakan berusia dibawah 35 tahun.
Sementara itu Ketua Umum PBNU KH Dr. Said Aqil Sirodj mengharapkan Pergunu dapat memahami agama dengan pendekatan rasional, kontekstual dan jangan liberal. “Dalam pemahaman keagamaan kita harus memakai akal yang benar dan jelas, rasional, kontekstual sesuai koteks masa dan tempat tapi jangan liberal, jangan lepas kendali dari al-quran dan hadis.”
“Pergunu juga jangan hanya ngajar saja, ngaji saja, tapi harus mewarnai seluruh segi kehidupan.”
Dia juga mewanti-wanti Pergunu agar tidak ikut-ikut dalam hingar bingar perpolitikan. Pergunu diharap lebih berkonsentrasi dalam ranah keilmuan dan dakwah kemasyarakatan.
“Tidak boleh semua jadi politisi, menjadi DPR, dan sebagainya karena harus ada yang duduk manis untuk memahami, memperluas pemaknaan agama, mengubah masyarakat, mewarnai pola pikirnya” ujar Said dalam penutupan Rapat Kerja Nasional PERGUNU, Ahad malam (08/07) di Aula Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.
“Kiai-kiai sepuh ndak usah di politik, hendaknya liyatafaqqahu fiddin dan liyundzira qawmahum, karena itu lebih terhormat dan itulah tugas para ulama.” Tegasnya lagi di hadapan para pengurus PERGUNU seluruh Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here