Rois PCNU Kab. Bandung, Dilantik sebagai Ketua Umum MUI Kab. Bandung Periode 2013-2018 M

651

KH. A. Saifuddin KamilSoreang, (04/09) – Setelah satu periode (2008-2013), K.H. A. Saifuddin Kamil, sukses memimpin Majelis Ulama Indonesia Kab. Bandung dengan berbagai program dakwahnya, maka pada Juli 2013, peserta Musda MUI secara aklamasi memilih KH. A. Saifuddin Kamil untuk memimpin kembali MUI Kabupaten Bandung  masa bakti 2013-2018 M.

Hasil Musda dilanjutkan dengan melengkapi susunan kepengurusan MUI pada tanggal 7 Juli 2013 di Pondok Pesantren As-Sa’adah Kamasan Banjaran. Alhamdulillah peng SK an kepengurusan oleh MUI Jawa Barat berjalan lancar dan cepat sehingga pelantikan dan pengukuhan Kepengurusan MUI Kab. Bandung masa khidmah 20013 – 2018 bisa dilaksanakan pada hari Rabu, 04 September 2013 di Gedung Moch. Toha, Kompleks Pemerintahan Daerah Kab. Bandung.

Pelantikan ini langsung dilakukan oleh Ketua MUI Jabar KH. Hafidz Utsman. Dalam tawshiyahnya, KH. Hafidz Utsman berpesan bahwasanya MUI harus mampu berkiprah dalam bidang yang tidak menjadi lahan garapan atau belum digarap oleh ormas-ormas yang ada. Terutama dalam menjaga akidah Islamiyah warga muslim di Kab. Bandung yang terus-menerus diserang dari berbagai arah dengan beragam serbuan informasi yang dapat meruntuhkan keimanan para generasi muda. Secara khusus pula beliau menyampaikan pesan kepada seluruh anggota MUI, untuk meluruskan praktek-praktek ibadah yang tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah, para sahabat dan salafus shalih, di antaranya kebiasaan para Khatib Jumah yang menerjemahkan rukun khutbah, menggunakan kalimat “sidang jum’ah”, serta menutup khutbah dengan kalimat salam. Menurutnya, semua itu tidak ada contohnya, dan harus segera diubah dan diluruskan.

Dalam acara yang dihadiri oleh Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, beliau berpesan bahwa MUI harus mampu membumikan Al-Qur`an, ia bukan hanya sebagai bahan bacaan, namun lebih dari itu harus menjadi pola amaliah sehari-hari. Di samping itu beliau berharap dengan banyaknya wajah-wajah muda yang masuk ke dalam jajaran kepengurusan, MUI Kab. Bandung akan lebih mampu memberikan warna positif dalam mengembangkan dakwah Islamiyah sekaligus membangun sinergi antar ormas dalam menjaga ukhuwah Islamiyah.

Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser

Sedangkan Ketua terpilih, KH. A. Saifuddin Kamil, yang juga menjabat sebagai Rois PC NU Kab. Bandung,  dalam sambutannya selain mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja ikhlas, juga memohon maaf kepada alim ulama di Kab. Bandung yang belum terakomodir dalam kepengurusan masa khidmah 20013-2018, karena terbatasnya struktur organisasi yang tersedia. Dalam kesempatan itu pula, beliau menggulirkan agenda “Wakaf Tunai 1 Milyar” untuk kesejahteraan guru-guru madrasah, juga imam dan mu’adzin di Kab. Bandung.

Acara pelantikan yang sekaligus menjadi ajang silutarahmi pasca Idul Fitri 1435 H, ini dihadiri pula oleh Kepala Kamenag Kab. Bandung yang baru tiga minggu dilantik, H. Imron Rosadi, M.Ag. beserta para pimpinan unsur-unsur pemerintahan di Kab. Bandung.

Kiprah NU dalam kepengurusan MUI kali ini semakin terasa, karena ada beberapa pengurus inti Cabang NU ikut membantu  masuk dalam jajaran pengurus inti untuk   menyukseskan berbagai program MUI yang selaras dengan program NU. Diantara Pengurus NU yang masuk dalam jajaran kepengurusan MUI adalah :

KH. A. Saifuddin Kamil, Rois Syuriah yang menjadi Ketua Umum, H. Imron Rosadi, M.Pd. Wakil Ketua Tanfidziyah menjadi Sekretaris, H. Usep Dedi Rostandi, MA. Sebagai Sekretaris menjadi Sekretaris, Harry Yuniardi, M.Ag. Ketua LTN NU menjadi Sekretaris, KH. Asep Saepudin, Ketua LBM NU menjadi Ketua,  H. Saepuloh, M.Pd. Sekretaris Pergunu menjadi anggota komisi organisasi, KH. Jalaludin, MWC NU Pangalengan menjadi wakil Bendahara, H. Zenal Ketua MWC NU Soreang menjadi Wakil Bendahara danmasih ada beberapa pengurus MWCNU yang masuk di jajaran komisi-komisi.

IMG_20130904_104921editMudah-mudahan saja keaktifan beberapa pengurus NU ini bisa membantu menjalankan program-program MUI yang telah dicanangkan lii’lai kalimatillah berdasarkan faham Ahlussunah wal Jama’ah. DEMI AGAMA JUGA NEGARA, DEMI UMAT JUGA MASYARAKAT, DEMI ASWAJA JUGA PANCASILA

3 COMMENTS

  1. Kami harapkan, gerakan di tingkat Kabupaten bisa diikuti oleh pengurus NU ditingkat Kecamatan dan Desa dengan menduduki posisi-posisi penting di daerahnya masing-masing, agar pelaksanaan program NU dalam rangka pemeliharaan tradisi Islam Ahlussunah wal Jama’ah bisa berjalan dengan lancar dan masif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here