IMG_20150502_115038 (FILEminimizer)Setelah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor NU Kabupaten Bandung oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Aqil Sirodj, MA. pada tanggal 13 Rajab 1436 H. yang bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 2 Mei 2015 M. Maka panitia pembangunan kantor NU terus melanjutkan pembangunan dengan menggali lubang-lubang untuk pembuatan pondasi dengan sistim “cakar ayam”.
Respon positif terhadap pembangunan kantor NU ini terus berdatangan dari berbagai kalangan; para politisi NU yang duduk di kursi legislatif, dari berbagai partai politik, baik yang di DPRD II Kabupaten Bandung, DPRD I Provinsi Jawa Barat maupun anggota DPR RI, terutama dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), berjanji mencarikan anggaran yang bisa menopang pembangunan kantor NU ini, tentunya yang sesuai dengan peraturan dan per Undang-undang an yang berlaku.
Para “Aghniya”yang berada di Kabupaten Bandung pun berdatangan dan menawarkan material yang diperlukan. Para pengurus NU di berbagai tingkatan, badan otonom dan lembaga NU pun terus bergerak mencari dana untuk mendukung pembangunan kantor ini.
Pada rapat evaluasi perkembangan pembangunan kantor NU yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Mei 2015 dan dihadiri oleh Pengurus Cabang NU Kab. Bandung dan badan otonom NU se Kab. Bandung, semua sepakat bahwa kantor yang akan dipakai dan digunakan oleh semua kepengurusan NU Kab. Bandung ini harus selesai secepatnya. Agar bisa segera bisa dimanfaatkan oleh Pengurus Cabang dan badan otonom NU Kab. Bandung untuk menjalankan roda organisasi dengan baik.
Para pengurus NU dari berbagai tingkatan dan badan otonomnya siap menyumbangkan tenaga, pikiran dan materi demi selesainya pembangunan ini. Pada saat itu juga Pengurus Cabang Ansor menyerahkan dana yang digalangnya untuk pembangunan itu. Pengurus Cabang Muslimat pun tidak ketinggalan melaporkan hasil penggalangan dananya. Pengurus Cabang Fatayat, Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama siap bahu membahu melanjutkan penggalangan dana demi selesainya pembangunan kantor NU ini.
Bahkan warga NU Kecamatan Arjasari sudah menanyakan kepada panitia pembangunan kapan kami harus mengirimkan 3 truk awi, hasil rereongan dan sumbangan warga Nahdliyyin, untuk pengecoran, dan berapa orang yang harus kami kirim dalam pelaksanaan pengecoran itu. “Aghniya” dari Ciparay, Margahayu, Kertasari dan beberapa daerah lainpun bertanya kapan kami harus mengirim pasir, bata, besi dan sebagainya.
Dukungan fanatisme warga NU terhadap pembangunan kantor ini terjadi karena semua elemen NU Kabupaten Bandung dari berbagai kalangan baik struktural maupun kultural akan merasa malu jika pembangunan kantor NU ini berlarut-larut dalam penyelesaiannya, apalagi kalau sampai tidak selesai. Klaim selama ini yang menyatakan bahwa warga NU di Kabupaten Bandung ini mayoritas akan dipertanyakan kebenarannya jika pembangunan kantor 4 lantai yang hanya memerlukan biaya 2,5 milyar rupiah ternyata tidak selesai.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.