Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. dan Pelantikan Pengurus MWCNU Katapang

153

Pada bulan Rabi’ul Awal  1435 H. ini  masyarakat Muslim di berbagai daerah  beramai-ramai memperingati maulid Nabi Muhammad saw., untuk mengenang perjuangan dan jasanya membawa manusia kepada jalan yang terang benderang sekaligus mengingatkan pengikutnya agar mencontoh sepak terjangnya dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Katapang tidak ketinggalan ikut merayakan peringatan maulid Nabi Muhammad saw. pada hari Selasa Tanggal 14 Januari 2014/ 12 Rabiul Awal 1435 H. bertempat di Mesjid Kecamatan Katapang dengan penceramah Ust. Asep Syamsudin, S.Ag. anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Memanfaatkan momen maulid Nabi saw. ini para pengurus MWC NU Katapang melakukan pelantikan Pengurus MWCNU Katapang  masa khidmat 2013 – 2018, sekaligus melantik pengurus ranting se Kecamatan Katapang yang terdiri dari Ranting  Sangkanhurip, Sukamukti, Pangauban, Cilampeni, Katapang, Gandasari, Banyusari.

Peringatan Maulid Nabi saw. dan pelantikan pengurus MWCNU Katapang dan Ranting NU se Kecamatan Katapang kali ini  mengambil tema “Dengan Akhlakul Karimah Nabi Muhammad saw. Jadikan Pelantikan MWC NU Kec. Katapang dan Ranting NU Se-Kec. Katapang Sebagai Tonggak Awal Pembangunan Akhlak Bangsa.

 Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan antusias tinggi  dari masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari undangan yang hadir. Para pejabat tingkat kecamatan semuanya hadir, mulai dari Bapak Camat, Kepala KUA, Bapak Kapolsek, Bapak Danramil, Para Kepala Desa se Kecamatan Katapang, Ketua DKM Mesjid Besar Katapang, Alim Ulama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda sampai masyarakat sekitar yang memenuhi mesjid dan pelataran mesjid besar Katapang.

Dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung yang melantik adalah Wakil Ketua H. Imron Rosadi, S.Ag. Dalam sambutannya H. Imron Rosadi, S.Ag. berpesan kepada seluruh pengurus  MWCNU Katapang dan ranting NU se Kecamatan Katapang agar menjalankan roda organisasi dengan baik sesuai dengan AD/ART dan aturan organisasi yang telah digariskan. Sebab, Kebenaran yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir. Oleh karena itu, organisasi NU yang didirikan dan diwariskan oleh para ulama kepada kita harus dijaga dan diamalkan ajarannya yaitu ajaran Islam Ahlussunah wal Jama’ah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here