Pergunu Jabar, Kaji Peran Santri dalam Era Globalisasi bersama Rektor UPI dan Rektor ITB

250

Photo Bersama Seusai Kegiatan dialog dengan Rektor UPI, Rektor ITB, dan Jajaran Pengurus PWNU dan Pergunu Jawa BaratBandung, Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Tahun Baru Hijriah 1437 H, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat menyelenggarakan dialog tentang Makna Hijrah dan Peran Santri dalam Memperkokoh Perjuangan Nahdlatul Ulama dalam Menghadapi Tantangan Global, dengan menghadirkan tokoh NU, yaitu Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., dan Rektor UPI Bandung Prof. Furqon, Ph.D. (31/10/2015)

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor PWNU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung No. 9 Bandung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Jajaran pengurus PWNU Jawa Barat, Lembaga, dan Banom NU Jawa Barat, PC Pergunu se-Jawa Barat, PMII, KMNU, Akademisi, Seniman, Budayawan, dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.
Menurut Sekretaris Pergunu Jawa Barat H. Saepuloh, M.Pd., kegiatan dialog ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Tahun Baru Hijriah. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang makna hijrah dan bagaiman peran santri dalam menghadapi tantangan global.
“Santri bukan hanya pandai mengaji tetapi santri juga harus mampu menjawab masalah ekonomi, sosial, politik, pendidikan, moral dan agama di era globalisasi” tutur H. Saepuloh
Berkaitan dengan itu, Rektor ITB Prof. Dr. Ir. H. Kadarsah Suryadi, DEA., mengatakan bahwa untuk menjawab tantangan global, santri harus mempunyai 4R, yaitu; Rasio (kecerdasan), Raga (fisik yang sehat), Rasa (akhlak mulia), dan Religi (beragama).
Selain itu, menurut Prof. Dr. Ir. H. Kadarsah Suryadi, DEA., santri harus bisa berperan dalam menamkan prilaku dan sikap yang baik.
“Berbuat baik karena taku akan sanksi (prilaku), tetapi berbuat baik karena kesadaran (sikap) itu merupakan lebih baik” tutur Prof. Kadarsah.
Sementara itu, Prof. H. Furqon, Ph.D., mengatakan bahwa guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter santri yang diharapkan dapat menjawab tantangan global. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran, santri harus diajar oleh guru yang berkualitas, profesional, serta dapat memotivasi santrinya.
Salah satu peserta dialog Dra Hj. Imas Masitoh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, berharap bahwa kegiatan ini jangan hanya menambah wawasan saja tetapi harus diimplementasikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here