Sekretaris Pergunu H. Saepuloh Bersama KH. Sholeh QosimBandung, Tragedi Teror di Thamrin Jakarta (14/15/2016) merupakan pukulan yang sangat berat bagi Bangsa Indonesia. Tragedi Teror tersebut menelan 7 orang korban jiwa dan 24 orang korban luka-luka.
Persatuan Guru NU (Pergunu) Jawa Barat menyatakan keprihatinannya atas tragedi teror tersebut dan menghimbau guru-guru untuk ikut berperan aktif dalam menangkal terorisme dengan memberikan pemahaman yang jelas kepada peserta didik agar mereka tidak meniru aksi terorisme, bahwa terorisme tidak identik dengan islam, dan islam merupakan rahmatan lil ‘alamin. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk menebar teror dan melakukan perbuatan yang buruk dan keji.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pergunu Jawa Barat H. Saepuloh, M.Pd di Ruang Pergunu Jawa Barat Lantai 2 Kantor PWNU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung No. 09 Bandung (15/01/2016).
Selain itu, Orang tua harus lebih memperhatikan pergaluan dan aktifitas anaknya baik di rumah dan lingkungan sekitar, jangan sampai anaknya ikut dan aktif dalam kegiatan golongan-golongan yang berfaham radikal. Serta orang tua harus senantiasa memperhatikan prilaku anaknya, sehingga jika ada prilaku yang menyimpang agar segera dapat diluruskan dan atau berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Di lain pihak, Pergunu Jawa Barat meminta agar pemerintah dapat menindak dengan tegas golongan-golongan yang berfaham radikal. Dimana faham-faham tersebut sudah menyebar di masyarakat, bahkan sampai pada kalangan akedemis. Faham radikal tersebut akan melahirkan terorisme.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.