Peran Serta NU dalam Kirab Merah Putih

307

MWCNU BANJARAN1Hari Minggu, 10 Nopember 2013 M bertepatan tanggal 07 Muharram 1435 H Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Bandung ikut berpartisipasi dalam Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tahun Baru Hijriyah dan Peringatan Hari Pahlawan Nasional dengan kegiatan Kirab Merah Mutih yang diselenggarakan oleh Pemda Kab. Bandung.
Di wilayah barat rombongan Kirab Merah Putih mulai bergerak sekitar jam 07.00 pagi dari lapang Zipur Dayeuh Kolot menuju lapang Upakarti Pemda Kab. Bandung, dengan melewati Kecamatan Baleendah, Pamengpeuk, Banjaran, Cankuang, dan Soreang.

Rombongan Kirab Merah Putih di Kecamatan Banjaran lebih semarak dengan ikut partisipasinya pasukan Drum Band dari MA Mawaddi Ponpes Assa’adah Pimpinan KH. A Saeifuddin Kamil yang merupakan Rois Syuriah PCNU Kab. Bandung.
MA MAWADDI 1Turut ikut serta dalam rombongan Kirab Merah Putih dari Kecamatan Banjaran Ketua Tanfidz MWCNU Kec. Banjaran KH Lily A Hariry, Ketua LTM NU Kab. Bandung Dadi Sugandi, S.Ag, PC Pergunu Kab. Bandung H Saepuloh, M.Pd  dan jajaran Pengurus MWCNU kec. Banjaran.
Setelah sampai dilapang Upakarti Pemda Kab. Bandung rombongan kirab Merah Putih dari ormas NU disambut oleh jajaran Pengurus Cabang NU, diantaranya Rois Syuriah KH A Saefuddin Kamil, Sekretaris Tanfidz H Usep Dedi Rostandi, MA., dan Ketua LTN NU Harry Yuniardi, M.Ag. yang dilanjutkan dengan upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional.
Berkaitan dengan kegiatan tersebut, H Saepuloh, M.Pd berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan dan meningkatkan nasionalisme bangsa Indonesia khususnya warga NU Kab. Bandung. Dan beliau berharap agar warga NU bisa napak tilas bagaimana perjuangan ‘sepuh-sepuh’ NU dalam menegakkan NKRI dengan Resolusi Jihad.
Sementara itu, sekretaris PCNU Kab. Bandung H Usep Dedi Rostandi, MA., mengapresiasi sikap warga NU kab. Bandung yang sangat antusias dalam kegiatan Kirab Merah Putih. Sikap tersebut merupakan cermin bahwa Nasionalisme di warga NU sangat tinggi dan patut untuk dipertahankan. Nasionalisme merupakan salah satu syarat kokohnya NKRI. Dan beliau juga mengatakan bahwa “NKRI harga mati bagi Nahdlatul Ulama”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here