Pengurus Baru, Harapan Baru di Bojongloa

19

Pada malam Minggu, tanggal 21 Desember 2019, di Masjid Al-Kaustar, Kampung Babakan Jawa RT 08 RW 12 Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, telah diadakan musyawarah pembentukan pengurus NU Ranting Desa Bojongloa. Kegiatan dilaksanakan mulai jam 20.00 wib sampai dengan jam 23.00.

Setelah dibuka, acara ini diawali dengan tawassulan dengan dipimpin oleh Ajengan Ujang Toyib sebagai upaya melestarikan amalan ahlussunnah wal-jama’ah. Setelah itu, Ajengan Agus Karim menyampaikan sambutannya sebagai penyelenggara dan tuan rumah. Beliau mengemukakan rasa terima kasihnya atas bantuan semua pihak dan atas dipercayanya beliau sebagai tuan rumah.

Pada kesempatan ini, KH. Drs. Pepen Ma’ruf, M.Pd selaku Rois Syuriah MWCNU Kecamatan Rancaekek, memberikan sambutannya. Dalam sambutannya tersebut beliau mengemukakan betapa pentignya warga nahdliyin saat ini untuk menghidupkan jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu beliau menghimbau agar warga nahdliyin ikut di dalam jam’iyah (kepengurusan) NU demi keberlangsungan dan kemajuan warga nahdliyin dan aqidah ahlussunnah wal-jama’ah. Lebih jauh beliau mengatakan bahwa arti penting NU bukan hanya bagi warga nahdliyin saja, tetapi bagi bangsa Indonesia dan warga dunia.

Sebelum acara musyawarah pembentukan kepengurusan NU Ranting Desa Bojongloa dilaksanakan, ketua Tanfidziah MWCNU Rancaekek, K Ending Jauharuddin, S.Pd.I memberikan arahannya. Dalam kesempatan ini, beliau mengemukakan bahwa secara garis besar, warga NU itu terbagi menjadi dua, yaitu NU kultural dan NU struktural. Dikatakan NU kultural karena kultur amaliahnya adalah kultur NU, tetapi mereka tidak ikut serta dalam jam’iyah. Dikatakan NU struktural karena warga NU ini tidak hanya beramaliah NU, tetapi juga ikut serta di dalam jam’iyah NU. Beliau mengatakan bahwa NU struktural sangat penting. Warga NU kultural sulit berkembang tanpa NU struktural, bahkan akan tergerus di dalam kondisi masyarakat Indonesia dan dunia yang seperti sekarang ini.

Setelah Ketua Tanfidziah memberikan arahannya, musyawarah pembentukan kepengurusan pun dimulai. Musyawarah ini berlangsung dengan dinamis, tetapi penuh kekeluargaan. Setelah intens bermusyawarah, akhirnya yang terpilih sebagai Rois Syuriah NU Ranting Desa Bojongloa adalah Ajengan Agus Karim. Sedangkan yang terpilih sebagai Ketua Tanfidziah adalah Ajengan Hasan Syarief. Struktur kepengurusan secara lengkap, lokasi sekretariat, dan program kerja akan ditentukan pada pertemuan selanjutnya.

Dengan terpilihnya kepemimpinan baru NU di Desa Bojongloa, maka terbit pula harapan baru akan kemajuan warga ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah di wilayah desa Bojongloa ini. Kepemimpinan NU di desa ini sudah lama mengalami kekosongan, kepemimpinan yang baru ini sangat diharapkan akan benar-benar mampu menjadi motor penggerak warga nahdliyin dalam menggapai kemajuan. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here