Pembukaan Training of Tainer Kader Penggerak NU Angkatan V

368
Ketua PCNU, Kepala Kamenag, Sekretaris PCNU
Ketua PCNU, Kepala Kamenag, Sekretaris PCNU

Dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim” Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung, KH. A. Manshur, membuka dengan resmi training of trainer kader penggerak NU angkatan ke V di Ponpes Nurul Bahri Al-Masholih Desa Sangkanhurip Kecamatan Katapang.

Dalam sambutannya KH. A. Manshur mengatakan bahwa penataan organisasi harus segera dimulai karena kebathilan yang terorganisir akan mengalahkan kebenaran yang terorganisir. Buktinya, selama ini warga NU mayoritas di Kab. Bandung tapi kebijakan-kebijakan stakeholder belum berpihak kepada warga NU. Hal itu terjadi, karena manajemen organisasi NU belum terorganisir dengan baik sehingga garis komandonya tidak jelas. Kondisi ini dimanfaatkan oleh politisi untuk mengacak-acak kekuatan NU, untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Kegiatan training of trainer angkatan ke V ini mendapatkan respon positif dari sesepuh NU setempat. Mereka mengatakan “asa reueus” teringat

Peserta ToT 5
Peserta ToT 5

kembali masa-masa kejayaan NU dulu. Mereka berharap para generasi muda agar bisa meneruskan perjuangan para ulama dalam menyebarkan dan mempertahankan ajaran Islam Ahlussunah wal Jama’ah.

Training of trainer kader penggerak NU kali ini diikuti oleh 60 orang peserta dari 24 desa  yang tersebar di  4 kecamatan DP. 2 ( Katapang, Dayeuhkolot, Margahayu dan Katapang). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at 31 Januari sampai dengan Minggu 2 Februari 2014, dengan menghadirkan nara sumber dari berbagai bidang disiplin ilmu.

Sesion pertama menghadirkan Nara Sumber H. Imron Rosadi, M.Ag. Kepala Kamenag Kabupaten Bandung yang membahas tentang ke organisasian karena Bapak Imron juga menjabat sebagai Sekretaris PWNU Jawa Barat. Tantangan yang harus dihadapi warga NU masa sekarang ini lebih berat karena serangan budaya Barat telah merasuk generasi muda sehingga menangkis dan menyadarkan kembali generasi muda memerlukan energi besar dan kesungguhan yang tak terbatas.

Peserta ToT 5
Peserta ToT 5

Oleh karena itu, para kader NU harus bisa memetakan kondisi masyarakat di daerahnya agar memudahkan dalam berdakwah. Harus bisa menghadapi berbagai tipe masyarakat yang majemuk dengan dewasa dan arif. Untuk kebersamaan dan kekuatan organisasi para pengurus harus berpegang teguh kepada AD/ART organisasi.

Akhirnya, H. Imron Rosyadi, M.Ag. berpesan kepada peserta ToT angkatan ke V agar melakukan komunikasi dan kordinasi sesama warga NU untuk menggalang kekuatan dan menghadapi masalah bersama-sama. Karena kekuatan jama’ah akan lebih besar dan terasa dari pada kekuatan seorang diri.

2 COMMENTS

  1. TOT merupakan langkah yg sdh tepat untuk memperlihatkan Aktifitas NU di Wilayah, untuk itu agar dapat di ekspos di berbagai media yang tersedia agar berbagai kalangan masyarakat mengetahui aktifitas NU secara berkesinambungan.
    Terutama bagi peserta TOT (kader NU)setiap Pengurus MWC & Ranting agar pro aktif dlm mengibarkan bendera kita baik realita maupun dunia online

  2. Sebagai aktivis NU kita harus bahu membahu dalam menjaga dan mengamalkan ajaran Islam Ahlussunah wal Jama’ah, sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Insya Allah selamanya ada dalam ridha dan lindungan Allah SWT. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here