Pembukaan ToT Kader Penggerak NU Angkatan 2 Kab.Bandung

400
ToT Bintang Raya
ToT Bintang Raya

Dengan dihadiri oleh alim Ulama se Bandung Timur Training of Trainer Kader Penggerak Nahdlatul Ulama angkatan ke 2 dibuka dengan resmi oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Bandung KH. A. Manshur. Bertempat di Lembaga Pendidikan Terpadu Bintang Raya Jalan Raya Cicalengka Majalaya KM 4,2 Cikancung Kab. Bandung, PCNU Kab. Bandung melaksanakan ToT kader penggerak NU angkatan ke 2 yang terdiri dari perwakilan desa dari 4 kecamatan (Nagreg, Cicalengka, Cikancung dan Rancaekek).

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Bintang Raya KH. Aep Saepudin mengucapkan terimakasih kepada panitia dan PCNU Kab. Bandung yang telah menggunakan lokasinya sebagai tempat untuk memberikan pendidikan ke NU an kepada generasi muda NU. KH. Aep mengharapkan dengan pelatihan ini akan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk mempelajari tentang ke NU an lebih jauh lagi dan mempelajari masalah agama yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua PCNU Kab. Bandung, KH. A. Manshur, yang akrab dipanggil Aceng Amas, menyatakan bahwa pelaksanaan pelatihan kader penggerak NU yang akan dilaksanakan pada Sabtu 27 s.d Minggu 28 April 2013 ini adalah tindak lanjut dari pelatihan kader penggerak NU angkatan I yang dilaksanakan di Pesantren Al-Husaini Ciparay. Pada tahap selanjutnya akan terus dilaksanakan pelatihan kader penggerak NU sampai semua desa yang ada di Kab. Bandung terdapat kader yang sudah mendapat pelatihan.

KH. A. Syahid
KH. A. Syahid

Dalam pembukaan ToT kader penggerak NU angkatan ke 2 ini hadir juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Cicalengka yang memberikan tawsiyah bahwa sebagai generasi muda jangan tinggal diam dalam memelihara dan menyebarkan ajaran Islam Ahlussunah wal Jama’ah. Sebab, ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan akan terus datang silih berganti. Oleh karena itu,  para pengurus, warga NU harus menyiapkan generasi penerus yang tangguh untuk menerima estafet kepemimpinan NU selanjutnya.

Untuk menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan cari solusi dan alternatif yang baik tidak arogan dan anarkis. Pak Kyai juga setuju langkah yang dilakukan oleh Ketua Yayasan Bintang Raya yang mengurus mesjid dan memanfaatkan untuk mengajarkan ajaran Islam tradisi Ahlussunah wal Jama’ah. Karena sepanjang sejarah Islam di bumi Nusantara ini, ajaran Islam Ahlussunah wal Jama’ah lah yang cocok dan bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Berkat para Ulama NU yang mengamalkan ajaran Islam Ahlussunah wal Jama’ah NKRI yang terdiri dari berbagai suku dan agama bisa utuh sampai sekarang.

Sekretaris PCNU
Sekretaris PCNU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here