Pembinaan Ranting Sindangpanon Kecamatan Banjaran

258

Pembinaan ke NU an yang dilakukan Pengurus Cabang NU Kabupaten Bandung terhadap MWC-MWC NU se Kabupaten Bandung mendapat respon positif dari para pengurus MWC NU. Beberapa MWC sudah mulai bergerak melakukan pembinaan dan konsolidasi terhadap ranting-rantingnya, berbagai kegiatan sudah mulai diinventarisir oleh MWC. Para pengurus NU berbagai tingkatan sudah mulai sadar bahwa NU akan kelihatan besar jika banyak kegiatan di daerah. Setiap kegiatan warga NU harus  dikoordinasikan dan dihadiri oleh pengurus NU baik oleh Ranting maupun MWC.

Berkenaan dengan hal itu, pada hari Sabtu 22 September 2012  Ranting NU Sidangpanon yang biasa melakukan pengajian rutin di Kp. Bayongbong, mengundang PCNU Kabupaten Bandung dan MWC NU Banjaran menghadiri dan melakukan pembinaan di kegiatan tersebut. Pengajian rutin yang dilaksanakan setiap hari Sabtu di Madrasah Nurul Huda ini dihadiri oleh  ahli pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak.

Sebelum acara pengajian dimulai, Kepala Madrasah Nurul Huda mengucapkan terimakasih kepada pengurus Cabang Kabupaten Bandung dan MWCNU Banjaran yang telah berkenan datang pada kegiatan tersebut. Selama ini warganya selalu bertanya siapa pimpinannya di atas, dan mereka sangat berharap kedatangan para pengurus NU dari Cabang dan MWC. Pimpinan Madrasah pun berharap warganya mendapat siraman rohani dan penjelasan mengenai ke NU an.

Selanjutnya, sambutan PCNU Kabupaten Bandung yang disampaikan oleh Sekretaris H. Usep Dedi Rostandi, MA. menyatakan kegembiaraannya atas kegiatan yang dilakukan oleh ranting NU Sindangpanon dan berharap diikuti oleh ranting-ranting NU lainnya. Pengurus ranting dan MWC NU harus menginventarisir setiap kegiatan yang dilakukan oleh warga NU di daerahnya masing-masing untuk dikoordinasikan dan dibina oleh pengurus ranting dan MWC agar bisa tetap terpelihara ajaran Islam Ahlussunah wal Jama’ah. Sementara  warga masyarakat sendiri merasa dibimbing dan diayomi dalam memahami dan melaksanakan ajaran agama.

Pengajian rutinan kali ini diisi oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Banjaran, KH. A. Lili Hariri, yang dalam uraian pengajiannya menyampaikan tentang perlunya masyarakat mengenal dan memahami apa Nahdlatul Ulama itu secara faham dan organisasi. Organisasi NU adalah buatan dan warisan para ulama, sehingga ajaran tradisi NU yang selama ini dilakukan Nahdliyyin adalah hasil pemahaman  para ulama terhadap Al-Qur’an dan Sunah. Para ulama pendiri NU menginginkan masyarakat Muslim bisa mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan tuntunan sunah Nabi, sehingga amalan masyarakat NU biasa disebut sebagai faham Ahlussunah wal Jama’ah. Para ulama berharap warganya bisa menjalani kehidupan di dunia dengan bahagia dan mencapai kebahagiaan hakiki di akhirat kelak, amin.

Kalaupun di masyarakat, menemukan perbedaan dalam  pengamalan ajaran Islam karena berbeda dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an maka  kita harus bisa menerima dan menghargai perbedaan itu dengan tetap mengamalkan tatacara ibadah yang telah diajarkan oleh para ulama pendiri NU terdahulu yang telah bekerja keras dengan penuh keikhlasan membimbing dan mengharapkan umatnya bisa selamat dunia dan akhirat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here