PEMBINAAN MWC DAN RANTING NU SE KECAMATAN KERTASARI

418

Pembinaan keorganisasian kepada MWCNU-MWCNU terus dilakukan oleh PCNU Kabupaten Bandung dengan target semua pengurus MWCNU se Kabupaten Bandung bisa memahami tentang perlunya menjalankan organisasi dengan menejmen organisasi yang benar sesuai dengan aturan organisasi yang tercantum dalam  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta Peraturan Organisasi Nahdlatul Ulama.

Pada hari Rabu 20 Juni 2012 PCNU Kabupaten Bandung melakukan pembinaan keorganisasian terhadap MWC NU Kertasari dan Ranting NU se Kecamatan Kertasari di Manarul Huda Kp. Sukasari Desa Cibeureum Kertasari. Peserta yang hadir sekitar 100 orang. Dalam sambutannya Rois Syuriah MWCNU Kertasari KH. U. Burhanudin, BA. menyatakan para pengurus MWC dan Ranting harus bersatu padu dalam menjalankan roda organisasi dengan baik. Pengurus harus melaksanakan kegiatan organisasi semampunya, jangan sampai PENGURUS  NU ini “wujudihi ka’adamihi”. Dengan adanya pembinaan organisasi dari PCNU Kabupaten Bandung harus dimanfaatkan dengan baik, untuk mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan organisasi yang benar.

Sementara itu, perwakilan  Muspika Kecamatan Kertasari nyang disampaikan oleh Kepala Desa Cibeureum berharap masyarakat Kertasari yang 80% warga Nahdliyyin harus bisa mengoptimalkan potensi kekayaan yang tekandung di Kertasari untuk kesejahteraan masyarakat, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. Muspika dan masyarakat Kertasari juga berharap para pemegang kebijakan bisa memperhatikan sarana dan prasarana yang bisa menunjang peningkatan perekonomian masyarakat, terutama jalan.
Dalam kegiatan pembinaan ini yang memberikan materi dari PCNU Kabupaten Bandung adalah H. Imron Rosadi, S.Ag. sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah dan H. Usep Dedi Rostandi, MA. Sebagai Sekretaris.
Dalam pemaparannya tentang keorganisasian H. Usep Dedi Rostandi, MA. menyatakan bahwa  semua pengurus MWC dan Ranting harus mengetahui dan memahami aturan main organisasi yang diikutinya. Jangan sampai seorang pengurus tanpa disadari melanggar aturan yang harus ditaatinya. Oleh karena itu seluruh pengurus NU di tingkat MWC dan Ranting harus mengetahui AD&ART dan Pedoman Organisasi Nahdlatul Ulama.
Kondisi sekarang, Ormas NU masih ketinggalan dalam menejmen organisasi dibandingkan dengan Ormas lain seperti Muhammadiyah dan Persis. Inventarisasi warga NU melalui Kartu Anggota belum berjalan dengan baik. Warga NU di Kabupaten Bandung yang diklaim sebanyak 75% dari jumlah penduduk 3.500.000 orang yang mempunyai kartu anggota NU hanya 158 orang.
Cara pembuatan SK untuk pengurus tingkat anak ranting, ranting dan MWC juga masih belum bisa difahami oleh semua pengurus. Pembuatan plang dan bendera juga ada aturan main yang harus ditaati dalam pembuatannya. Temasuk cara pembuatan dan penomoran surat keluar masih perlu dibenahi.
Untuk memudahkan para pengurus NU mengetahui aturan main organisasi maka PCNU Kabupaten Bandung memuat AD&ART dan Pedoman Organisasi di Website PCNU melalui alamat www.pcnu-bandung.com dan bisa dibuka kapan dan dimana saja.
H. Imron Rosadi, S,Ag. Dalam pembinaan ini menyampaikan sejarah perjalanan ormas NU sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan di Indonesia yang begitu besar kiprah dan jasanya terhadap berdirinya negara RI dan mempertahankannya sebagai NKRI sampai sekarang. Ormas NU ini besar dan disegani oleh berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri. Layaknya ormas besar banyak godaan dan tantangan yang dihadapi dalam mengarungi sejarah kehidupan. Tapi di tengah gelombang godaan dan tantangan yang ganas dan besar itu NU masih bisa tegak berdiri.
 
Di dalam pembinaan ini juga hadir KH. Sofyan Yahya, MA. salah seorang anggota DPD RI Jawa Barat memberikan materi sosialisasi pancasila. Menurut anggota DPD RI utusan Jawa Barat yang akrab dipanggil Kang Haji ini, di Indonesia ajaran Agama dan aturan Negara bisa berjalan dengan baik. Di negara lain agama dipisahkan dari negara sehingga sering terjadi pengamalan satu ajaran agama dilarang atau berbenturan dengan aturan negara. Hal itu, tidak terjadi di Indonesia. Pemerintah mengatur pelaksanaan pengamalan ajaran agama yang ada di Indonesia.
Cikal bakal negara Indonesia ini adalah para ulama. Para santri bergabung di Hizbullah, bahu membahu dengan kekuatan lain mengusir penjajah. Setelah merdeka, para ulama menyusun piagam Jakarta yang di dalamnya terkandung butir-butir pancasila. Berdasarkan Pancasila inilah dibuat undang-undang dan aturan bagi negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama.
Oleh karena itu, para ulama NU mempunyai saham besar dalam mendirikan dan menjaga keberadaan NKRI. Jadi termasuk “kualat” kalau ada penguasa yang tidak memperhatikan keberadaan ormas yang didirikan para ulama pendiri negara ini. Sehingga tidak perlu heran kalau ada Kepala Daerah yang berurusan dengan hukum karena “kualat” kepada ulama NU.
Ajaran Islam yang diamalkan dan dikembangkan oleh NU bisa berkembang dengan cepat dan baik karena menyesuaikan dengan budaya setempat, seperti dalam masalah berpakaian yang menyesuaikan dengan kondisi setempat tidak mengikuti layaknya pakaian orang Arab, sebagai negara pertama diturunkannya ajaran Islam. Sebab, dalam ajaran Islam yang perintahkan adalah menutup aurat tidak diwajibkan mengikuti salah satu model pakaian.
Terakhir, KH. Sofyan Yahya, MA. berpesan ajaklah masyarakat kepada jalan Allah dengan lemah lembut, jangan dengan kekerasan, jangan membuat mereka terluka. Dakwah lewat pendekatan budaya lebih efektif hasilnya, bukan agama yang keras tapi orangnnya yang keras.
Drs. H. Asep Syarifulloh sebagai panitia pelaksana mengharapkan kegiatan seperti ini bisa kembali dilaksanakan di Kertasari dengan menghadirkan pengurus ranting yang pada kesempatan ini tidak bisa hadir. Drs. H. Asep Syarifulloh menyatakan bahwa materi pembinaan yang diberikan oleh PCNU bisa memotivasi dan membangkitkan semangat para pengurus untuk menjaga dan menjalankan organisasi NU, yang merupakan organisasi warisan para Awliya, dengan baik dan benar.
 

3 COMMENTS

  1. mudah-mudahan dengan pembinaan yang konsisten disetiap MWC dapat mencairkan kebekuan gerakan NU yang sekian lama terasa redup.

  2. Assalamu’alaikum….punten ka kang ahmad fathoni saenamah saenggalna di benahan Banom NU na !!!!…Piraku kertasari teu gaduh Ansor, teu gaduh fatayat, komo IPNU sareng IPPNU mah….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here