Pembinaan ke-NU-an di MWC NU Kec. Ciparay Kab. Bandung

384

Indonesia merupakan sebuah negara demokrasi, sehingga kebebasan berekspresi dan berkeyakinan mendapat legalitas dari undang-undang. Karena demikian aliran keagamaan banyak bermunculan dan menjamur di negara Indonesia. Aliran-aliran keagamaan ada yang lurus dan ada pula yang sesat, menyimpang dan bertentangan dengan akidah ahlussunnah wal-jama’ah. Semua aliran, apakah itu yang lurus atau sesat secara keseluruhan menginginkan dan bahkan selalu berusaha menularkan dan menyebarluaskan paham dan ajaran yang diyakinya kepada orang lain, yang bisa jadi merupakan kerabat dan family kita dari kalangan Nahdlatul Ulama. Dari titik inilah keberadaan aliran-aliran keagamaan, utamanya yang sesat merupakan ancaman serius bagi eksistensi ajaran ahlussunnah wal-jama’ah.

Dalam sebuah hadist, yang artinya: “hampir saja kefakiran itu menjerumuskan seseorang pada kekufuran”. Fakir disini bisa dimaknai dengan fakir dari segi ekonomi dan fakir dari segi keilmuan. Realitas dilapangan khususnya di Kabupaten Bandung bahwa orang-orang yang terpengaruh dan mengikuti aliran-aliran tertentu lebih disebabkan oleh kebodohan terhadap konsep-konsep agama dan kemiskinan. Dan tidak sedikit warga NU yang berkategori semacam tersebut, sehingga potensi warga NU untuk eksodus ke aliran lain cukup besar.
Mengentaskan warga NU dari kemiskinan ekonomi tersu dipuayakan oleh PCNU Kabupaten Bandung dengan menbentuk Koperasi Warga Nahdlatul Ulama (KOWANU) di tiap-tiap daerah dan mengupayak pelatihan-pelatihan baik dibidang pertanian, maupun perekonomian. Dalam konteks kemiskinan dari keilmuan, PCNU Kabupaten Bandung terus berupayan dengan kegiatan TURBA (Turun Ke Bawah) melakukan pembinaan-pembianaan ke tingakat MWC, ranting bahkan sampai ke tingkat anak ranting.
“Pembinaan ke-NU-an juga disambut dengan baik oleh pengurus MWC NU Kec. Ciparay, sehingga kami  pada hari sabtu tanggal 14 Juli 2012 di Pondok Pesantren Al-Husaeni melaksanakan kegiatan pembinaan ke-NU-an dengan pemateri dari H. Imron Rosyadi, S.Ag (PCNU kab. Bandung) dan KH. Cucun Syamsurijal, S.Ag (ketua DPC PKB Kab. Bandung)” ujar H. Nana Hanafiah, MM.Pd ketua Tanfidziah MWC NU Kec. Ciparay sela-sela kegiatan pembianaan ke-NU-an, sabtu (14/7) siang.
Pada kegiatan tersebut turut hadir pula jajaran pengurus PCNU kab. Bandung, diantaranya KH Asep Jamaludin, M.Ag (katib PCNU kab. Bandung), H Dadang Munawar, SE (bendahara PCNU Kab. Bandung) dan H. Saepuloh, S.Pd (sekretaris PERGUNU kab. Bandung). Disela-sela kegiatan katib PCNU kab. Bandung KH Asep Jamludin, M.Ag., beraharap agar setelah pembinaan ini, khusunya MWC NU kec. Ciaparay bisa merevitalisasi, dan mereposisi kepengurusan baik di tinggat MWC bahkan sampai ke tingkat ranting, khusunya di kec. Ciaparay. Karena secara jam’iah PCNU kab. Bandung dalam pelaksanaan programnya tentu sangat terpengaruh dengan aktifitas MWC dan ranting NU itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here