Pembekalan Materi Konferensi MWC Majalaya

462

Sekretaris PCNU Kab.Bandung, Sekretaris PWNU Jabar, Wakil Ketua PCNU Kab.BandungPada kegiatan Konferensi Kecamatan NU Majalaya ini diisi oleh beberapa nara sumber yang kompeten, seperti Drs. H. Imron Rosadi, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris PWNU Jabar. Menurut H. Imron, yang juga berdinas sebagai Kepala Kamenag Kabupaten Bandung Barat, menyatakan  bahwa potensi warga NU yang banyak bisa menjadi keuntungan dan dimanfaatkan untuk kebesaran NU. Tapi dari sisi lain, potensi banyaknya warga NU bisa menjadi bumerang dan kerugian kalau  kebesaran NU dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maka warga NU akan terkotak-kotak sesuai dengan keinginan dan keperluan pribadi masing-masing.

Agar hal itu tidak terjadi maka warga NU harus  diikat dalam sebuah “Jam’iyyah” yang kokoh. Dan “jam’iyyah” itu mempunyai aturan AD/ART yang sudah disepakati oleh semua warga NU melalui Muktamar. Oleh karena itu, semua gerak langkah warga NU harus sesuai aturan organisasi yang sudah disepakati bukan berdasarkan kemauan sendiri.

Dalam kesempatan ini pula, Sekretaris PWNU, Drs. H. Imron Rosadi, M.Si. mengucapkan selamat atas beroperasinya Website PCNU Kabupaten Bandung dan berharap pengurus dan warga NU dari ranting dan MWC bisa memanfaatkan keberadaan Web ini untuk kepentingan  bersama.

IMG_2679Narasumber selanjutnya adalah H. Imron Rosadi, M.Pd.I. sebagai Wakil Ketua PCNU Kab. Bandung yang menyampaikan dan memaparkan keberadaan Ormas Nahdlatul Ulama saat ini. Ormas NU di Indonesia menjadi sorotan masyarakat dunia, karena awal munculnya Ormas NU adalah ketidak setujuan ulama Indonesia terhadap kebijakan pemerintah Saudi Arabia yang akan menghancurkan bangunan dan tempat yang berkaitan dengan sejarah Nabi Muhammad saw. dan keluarga beserta shahabat. Maka, sesuatu yang wajar jika saat ini eksistensi NU di Indonesia tidak lepas dari perhatian ummat Islam dunia. Karena kebijakan pemerintahan Internasioal yang berkaitan denga ajaran Islam akan mendapat respon dari warga NU, yang menjadi mayoritas, baik positif maupun negatif.

Gerakan transnasional melalui berbagai Ormas, baik sosial maupun politik berusaha mempengaruhi warga NU dengan caranya masing-masing. Untuk itu, pengurus NU dari berbagai tingkatan harus bersiaga menghadapi serangan dan pengikisan terhadap ajaran Islam Ahlussunah wal Jama’ah. Para ulama NU tidak mengajarkan warganya untuk membenci atau menyerang sesama Muslim, tapi kitapun tidak mau dilecehkan dan disepelekan bahkan dihilangkan perlahan-lahan. Untuk itu, para pengurus NU harus bisa mempertahankan, melestarikan tatacara ibadah yang telah diwariskan oleh para ulama NU terdahulu.

Pembinaan dan silaturahmi para pengurus NU langsung kepada masyarakat adalah hal yang harus dilakukan. Karena tanpa itu, massa NU bahkan Mesjid dan Madrasah akan diambil oleh orang lain dan diarahkan ke ajaran yang berbeda dengan tradisi warisan para ulama yang bersumberkan dari Al-Qur’an dan Sunah Nabi saw.

4 COMMENTS

  1. Selat Atas Terselenggaranya KONFERENSI NU MAJALAYA
    semoga mendapat Pengurus yang solid dan Kompak Agar NU di Majalaya Lebih Baik

  2. Pc Nu Kab. Bandung, salut dgn keaktifannya, semoga bisa membawa masyarakat Kab. Bandung khususnya dan umat Islam pada umumnya, bisa mengetahui pemahaman dan informasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here