PCNU Kab. Bandung Menghadiri Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012

409

Pembukaan Munas dan Konbes NU 2012Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2012 kali ini mengangkat tema “Kembali ke Khittah Indonesia 1945” dengan sub tema “Meningkatkan Khidmah NU Menuju Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”  dilaksanakan di Pesantren Kempek Palimanan Kabupaten Cirebon Jawa Barat. PCNU Kabupaten Bandung, sebagaimana PCNU-PCNU seluruh Indonesia, diundang untuk menghadiri pembukaannya.

Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 dilaksanakan pada hari Sabtu 15 September 2012 sekitar jam 10.30. dihadiri oleh ribuan orang, baik  peserta maupun “penggembira”. Lautan manusia menyemut di dalam dan di luar gedung pembukaan, mesjid pesantren, komplek pesantren sampai di jalan-jalan dan lapangan parkir. Cuaca panas yang menyengat tidak menghalangi mereka untuk menghadiri dan mendengarkan secara langsung tausiyah yang disampaikan oleh Rois ‘Am PBNU KH. Sahal Mahfud dan Ketua Tanfidziyah PBNU KH. Said Aqil Sirodj.

Di dalam sambutannya KH. Said Aqil Sirodj menyatakan bahwa masyarakat Indonesia saat ini tengah terjebak dalam kehidupan materialistis dan pragmatis. Untuk itu, spirit pesantren perlu dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari. Ki Said mengatakan, spirit pesantren tidak lepas dari nilai kejujuran, pengabdian, kesederhanaan, gotong royong dan kebersamaan. Spirit itu pula yang mendasari PBNU untuk kembali menggelar hajatan besar seperti Munas Alim Ulama dan Konbes NU di pesantren di desa kecil seperti Kempek.

Ki Said menegaskan, NU berkomitmen untuk kembali ke pesantren secara fisik dan spiritual. Sisi spiritual dilaksanakan dengan menggali nilai-nilai luhur pesantren untuk disebarkan ke masyarakat. Sementara secara fisik NU mengajak para ulamanya untuk menggelar hajatan besar di pesantren-pesantren desa. Karena dari desa-desa terpencil itulah justru bermunculan ide-ide besar mengenai pembangunan nasional dan konsep ijtihad (pemikiran Islam). Begitu juga keputusan NU yang sempat dinilai kontroversial dalam membolehkan perempuan menjadi Presiden RI muncul dari desa kecil, Bagu salah satu desa di Nusa Tenggara Barat.

Ketua dan Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kab.BandungDiantara masalah yang akan dibahas pada Munas Alim Ulama NU 2012 ini adalah tentang pajak. Dalam ajaran Islam tidak ada kewajiban untuk membayar pajak, ada juga kewajiban untuk mengeluarkan zakat. Apalagi ketika masyarakat banyak melihat realita bahwa uang pajak yang dibayarnya disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Masalah lain yang akan dibahas di Munas dan Konbes adalah tentang orang-orang yang memberikan sumbangan ke pesantren-pesantren dan mendatangi para kyai yang akhirnya meminta dukungan untuk pencalonan Bupati/Walikota, Gubernur atau jadi anggota legislatif.

Seperti biasanya hajatan-hajatan NU dipenuhi oleh orang-orang yang mencoba mengais rizki di tengah  kumpulan warga Nahdliyyin. Begitu juga arena Munas dan Konbes NU 2012 di Kempek ini dipenuhi juga oleh para pedagang yang menjajakan berbagai macam dagangan, dari mulai minuman, makanan, kaos, pin dan souvenir-souvenir yang bergambarkan dan bertuliskan lambang dan tokoh-tokoh NU. Gambar Gus Dur kelihatan mendominasi gambar-gambar kaos yang dijajakan para pedagang. Figur cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ary ini nampaknya dianggap oleh para pedagang bisa mendatangkan rizki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here