PAD Kabupaten Bandung Baru 9 % dari Total Anggaran Pendapatan dalam APBD Tahun 2013

453

CIMG0171Dalam kegiatan Training of Trainer Kader Penggerak PCNU Kab. Bandung angkatan ke-3, H Asep Syamsudin, S.Ag. yang merupakan Angota Badan Anggaran DPRD Kab. Bandung menghimbau kepada seluruh kader penggerak NU untuk dapat memanfaatkan APBD Kab. Bandung, terlebih lagi kedepan NU harus bisa menjadi ‘penentu’ kebijakan di Kabupaten Bandung.

Selama ini sebagian kader NU belum bisa memanfaatkan ABPD Kabupaten Bandung disebabkan oleh 3 (tiga) faktor, diantaranya adalah pertama masih minimnya pengetahuan tentang regulasi pengelolaan dan pemanfaatan belanja daerah. Sebetulnya regulasi tersebut telah jelas tertuang dalam Permendagri No 13 Tahun 2006. Kedua sebagian kader NU belum bisa mengakses secara optimal kepada pengguna anggaran, diantaranya kepala SKPD, Camat dan seterusnya dan ketiga  kader NU belum memiliki organ taktik untuk menyerap kegiatan-kegiatan ada dan didanai  dalam APBD.

Berkaitan dengan APBD Kab. Bandung tahun 2013, H Asep Syamsudin, S.Ag mengatakan bahwa PAD (Pendapatan Asli Daerah)CIMG0182 Kabupaten Bandung baru 9 % dari total pendapatan dalam APBD tahun 2013 yaitu sekitar 368 milyar. Sementara belanja publik dalam APBD tahun 2013 adalah 600 milyar. Dari 600 milyar tersebut, diantaranya 71 milyar merupakan dana Bantuan Sosial yang dikelola oleh Bagian Sosial SETDA Kab. Bandung. Dilihat dari hal tersebut, maka pemerintah kabupaten Bandung masih jauh dari kata “berhasil”.

Salah satu peserta Training of Training Kader Penggerak PCNU kab. Bandung Saepul Anwar dari Cangkuang, menanyakan tentang Gedung PCNU yang didanai oleh CSR Bank bjb kepada H Asep Syamsudin, S.Ag yang menurut sepengetahuannya bahwa gedung PCNU yang di Soreang telah diambil lagi oleh Bupati Bandung H Dadang Naser. “Apa sebetulnya dasar Bupati Bandung mengambail gedung tersebut, padahal gedung tersebut tidak didanai oleh APBD?”

8 COMMENTS

  1. alhamdulillah dengan ada nya tot kami selaku kader yang ada didesa 2khususnya di desa patrolsarikecamatan arjasari bisa lebih extra untuk mepertahanka al-quran,al hadis dan ajaran ahlusunah waljamaah amin terimakasih kepada PC NU Kab bandung Dan pada panitia TOT

  2. Masih banyak yang harus diketahui dan diperjuangkan, terus komunikasi dan koordinasi dengan Pengurus NU di berbagai tingkatan

  3. Sebenarnya masih ada dana lumayan besar dari CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Kab. Bandung yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Kab. Bandung termasuk untuk gerakan amar ma’ruf ormas Islam tapi sayang penggunaannya masih belum transparan sehingga kita belum bisa mengaksesnya

  4. Sementara ini dipegang oleh Bupati sehingga penggunaannyapun tergantung kebijakan Bupati. Berdasarkan informasi dari anggota DPRD Kab. Bandung, sebenarnya anggota DPRD sudah mengusulkan untuk membuat aturan yang jelas tentang berapa besar uang CSR yang didapat dan untuk apa penggunaannya, supaya transparan dan bisa terkontrol. Sayang, usulan itu ditolak oleh dua partai besar.

  5. Kalau aturan main atau regulasinya tidak diperjelas, ini sangat rawan BERPOTENSI TERJADINYA KORUPSI.
    Semoga penolakan akan usulan aturan CSR oleh Bupati Bandung dan dua partai besar tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here