Orientasi Organisasi MWC NU Kabupaten Bandung

171

Pada hari Sabtu 24 Desember 2011 PCNU Kabupaten Bandung melaksanakan Orientasi Organisasi yang dihadiri oleh Pengurus Cabang NU Kabupaten Bandung dan Rois, Ketua Tanfidziyah Pengurus Majlis Wakil Cabang NU se Kabupaten Bandung dan Badan Otonom NU. Tidak kurang dari 100 orang menghadiri kegiatan ini. Kegiatan orientasi organisasi ini disambut antusias oleh para pengurus MWC NU dengan memberikan masukan dan pertanyaan tentang eksistensi NU di Kabupaten Bandung yang berjalan tersendat-sendat.


Pengurus Cabang NU Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan ini untuk membangunkan kembali semangat para pengurus Cabang dan Kecamatan NU yang “tertidur” dalam menjalankan organisasi. Diharapkan dengan kegiatan ini membangunkan dan memotivasi para pengurus untuk bergerak dan menjalankan roda organisasi sebagaimana dilakukan oleh para pendahulu yang telah mendirikan dan menggerakan NU sehingga bisa besar dan berpengaruh seperti sekarang.
Pemberian materi AD/ART NU dimaksudkan untuk mengingatkan kembali para pengurus tentang tujuan Syaikh Kabir Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama untuk menegakan syari’at Islam berfaham Ahlussunah wal Jama’ah. Para pengurus mengerti dan faham dalam menjalankan roda organisasi Nahdlatul Ulama dalam rangka mengemban amanah menegakan Islam faham Sunah wal Jama’ah dengan cara-cara persuasif yang mencerminkan ajaran Islam sebagai “rahmatan lil ‘alamin“.
Dengan orientasi ini juga diharapkan para pengurus tingkat kecamatan bisa memperlihatkan NU di daerahnya masing-masing dengan menggalakan kegiatan-kegiatan pengajian, tahlilan, marhabaan dan tradisi Ahlussunah wal Jama’ah. Juga diharapkan para pengurus kecamatan memasang plang pengurus NU untuk menunjukan eksistensi pengurus dan warga NU di daerah masing-masing.
Dalam kesempatan itu pula, dilakukan sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 dan No. 8 Tahun 2006, tentang kerukunan antar umat beragama. Meskipun masyarakat NU terkenal dengan konsep toleransinya yang sangat tinggi, namun menjelang peringatan Hari Natal dan Tahun Baru, sosialisasi PBM ke dalam ormas NU tetap dilakukan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam wilayah akar rumput. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here