Melalui Koperasi Berdayakan Ekonomi Umat

252

Banjaran. Bertempat di Madrasah Darul Huda, hari ahad tanggal 27 Mei 2012 Pengurus Koperasi Warga NU (Kowanu) Neglasari melaksanakan Rapat Anggota  yang dimulai sekitar jam 16.00 WIB. Kowanu telah berdiri hampir satu tahun tepatnya berdiri pada bulan Mei 2011. Pada mulanya Kowanu hanya terdiri dari 9 (sembilan) anggota, seiring dengan makin tumbuhnya kepercayaan warga alhamdulillah semakin banyak warga NU yang masuk menjadi anggota Kowanu.
Acara Rapat Anggota tersebut diikuti dengan khidmat oleh seluruh anggota koperasi. Pada acara tersebut juga tampak hadir jajaran Pengurus Cabang NU Kab. Bandung, diantaranya H Imron Rosyadi, S.Ag (Wakil Ketua), H Usep Dedi Rostandi, MA (Sekretaris), H Dede Lili, S.Ip (Wakil Bendahara), Harry Yuniardi, M.Ag (Ketua LTN NU), dan ketua MWCNU Kec. Banjaran KH Lily A Hariry.  Rapat tersebut  yang dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ketua Tanfidziah MWCNU Kec. Banjaran KH Lily A Hariry, dalam tausiyahnya beliau mengatakan bahwa ada beberapa hal yang bisa membuat koperasi lebih maju, pertama pengurus harus jujur dan adil, dan kedua anggota harus disiplin serta ta’at pada aturan.

Sementara itu dalam sambutannya Sekretaris PCNU Kab. Bandung H Usep Dedi Rostandi, MA., mengatakan bahwa koperasi merupakan salah satu solusi yang akan dicoba oleh PCNU untuk memberdayakan ekonomi umat, membantu warga NU agar tidak terjerat oleh rentenir, membantu warga untuk modal awal dan mengembangkan usaha. Untuk langkah pertama PCNU menjadikan Koperasi simpan pinjam Ranting NU Neglasari MWC Banjaran menjadi “Pilot Project” dalam masalah perkoperasian. Disamping itu juga beliau berharap, pendirian koperasi Warga NU bisa menyebar ke berbagai desa untuk kesejahtaraan warga. Jika ini bisa dilaksanakan dari 276 desa punya koperasi 100 saja dan tiap koperasi mempunyai Rp. 5.000.000-, maka Rp. 500.00.000-, sudah menjadi asset koperasi NU yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat.
Disela-sela Rapat Anggota, Ketua Kowanu H Saepuloh, S.Pd yang juga merupakan Sekretaris Persatuan Guru NU Kab. Bandung mengatakan bahwa “kowanu ini terbentuk atas dasar keprihatin melihat tak sedikit warga NU yang terjerat lilitan rentenir yang itu merupakan perbuatan riba dan jelas-jelas haram hukumnnya sehingga harus menjual “barang berharga” yang dimilikinya. Warga yang sakit harus berkeliling mencari uang untuk berobat, bahkan ada yang sampai meninggal karena tidak menemukan uang yang “hanya” berjumlah Rp. 50.000-, untuk biaya berobat. Fenomena itu menjadi tantangan dan motivasi untuk berdiskusi dan mencari solusi dari permasalahn diatas dengan PCNU Kab. Bandung, dan akhirnya kami bersepakat untuk membentuk koperasi warga NU untuk menghimpun potensi ekonomi yang dimiliki warga NU karena tak sedikit warga NU yang berhasil dalam pengembangan usahanya.

1 COMMENT

  1. saya salut terhadap PCNU Kab. Bandung yang sudah berinovasi menjadikan ekonomi sebagai media dakwah, semoga berhasil dan terus maju ….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here