Mari Berburu Lailatul Qadar

237

Insya Allah, pembahasan ringkas tentang Lailatul Qadar kami uraikan dalam Nahdliyatuna Edisi Kedua yang akan segera terbit awal minggu depan.

Seperti telah dimaklumi bersama, bahwasanya menurut pendapat yang paling kuat dan dipegang oleh jumhur ulama, lailatul qadar itu akan terus terjadi sampai hari kiamat tiba, di setiap bulan Ramadhan, malam kesepuluh terakhir. Namun waktu tepatnya senantiasa disamarkan, dan tidak akan ada orang yang tahu rencana datangnya malam kemuliaan tersebut, bahkan menurut pendapat yang dipilih oleh Imam Nawawiy, malam tersebut bisa saja terjadi di luar malam kesepuluh terakhir.

 

Hikmah dari semua itu, seperti diungkapkan dalam kitab Tuhfah al Muhtâj, supaya semua muslim yang mengharapkannya, akan terus mewaspadai kedatangannya, bahkan bisa saja ia melakukan i`tikaf dimulai dari malam pertama, walau umumnya mengkhususkan diri di malam-malam sepuluh terakhir.

Meskipun demikian, Imam al Ghazaliy dan yang lainnya, seperti dikabarkan oleh Imam al Qalyûbiy, memberikan rambu-rambu “perburuan” sesuai pengalamannya, berdasarkan kapan dimulainya bulan Ramadhan. Menurutnya, jika Ramadhan dimulai hari Minggu atau Rabu, kemungkinan lailatul qadar pada malam ke duapuluh sembilan, jika dimulai hari Senin, kemungkinan pada malam ke duapuluh satu, jika dimulai hari Selasa atau Jumat, kemungkinan pada malam ke duapuluh tujuh, jika dimulai hari Kamis, kemungkinan pada malam ke duapuluh lima, dan jika dimulai hari Sabtu, kemungkinan pada malam ke duapuluh tiga.

Tapi Syaikh Sayid Bakry Saththâ, mengabarkan informasi lain, menurut sumber tersebut, jika bulan Ramadhan dimulai hari Jumat atau Senin, kemungkinan pada malam ke duapuluh sembilan, jika dimulai hari Sabtu, kemungkinan pada malam ke duapuluh satu, jika dimulai hari Minggu, kemungkinan pada malam ke duapuluh tujuh, jika dimulai hari Selasa, kemungkinan pada malam ke duapuluh lima, jika dimulai hari Selasa, kemungkinan pada malam ke duapuluh tujuh, dan jika dimulai hari Kamis, kemungkinan pada malam ganjil setelah malam kesepuluh.

Dan karena bulan Ramadhan tahun ini, umumnya dimulai hari Sabtu, maka paling tidak bersiaplah kita memburunya di malam ke duapuluh tiga atau malam duapuluh satu, atau kalau mau…..ya di setiap malam. Wallâhu A`lam…..!

Sukasari Indah, malam ke sembilan belas,

Harry Yuniardi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here