Kunjungan PC NU ke Desa Rawabogo Ciwidey

466
Ketua PCNU Kab. Bandung KH. AM. Mansur

Ciwidey, Senin (30/04/12).

Desa tersebut terletak sekitar 10 km lebih di sebelah timur laut pusat Ciwidey. Ya, Rawabogo adalah nama desa yang lokasinya cukup terpencil dari pusat keramaian, yaitu Pasar Ciwidey. Namun meski demikian, bukan berarti memiliki sedikit warga, secara umum mereka beraktifitas sebagai petani. Di sepanjang jalan yang berkelok-kelok, naik dan turun, menyuguhkan pemandangan alam yang memanjakan mata setiap pengunjung desa Rawabogo. Deretan pesawahan dan perkebunan sayuran yang diselingi rumah-rumah penduduk, terbentang sepanjang jalan yang menjadi akses utama warganya ke pusat Ciwidey.

Hari itu, Senin (30/04/12), Pengurus Cabang NU Kab. Bandung diundang menghadiri acara pengajian rutin bulanan yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim al Hidayah. Berlokasi di aula desa, pengajian tersebut dihadiri sekitar seratusan warga yang terdiri dari mayoritas ibu-ibu beserta para remaja putrinya, ditambah puluhan bapak-bapak yang meluangkan waktu kerjanya demi menimba ilmu di sela-sela aktifitas bertaninya.

 

Sementara itu, pengurus MWC NU Ciwidey yang diwakili oleh KH. Moch Sodiqin, BA dan KH. Endang Hudaya, turut mendampingi Pengurus Cabanng NU Kab. Bandung, yang diwakili oleh Ketua Tanfidzhiyah KH. AM. Mansur dan Ketua LTN NU Harry Yuniardi, M.Ag., dalam sambutannya KH. Moch. Sodiqin, BA., mengenalkan NU Stuktur kepada NU Kultur yaitu jamaah majelis taklim al Hidayang yang dimotori oleh Ustadzah Hj. Siti Aminah serta Ustadzah Lilis Setiasih, S.Ag., yang kebetulan berprofesi sebagai Penyuluh KUA Ciwidey sekaligus sebagai Ketua Fatayat Ciwidey.

Puncak acara, pengajian diisi oleh maw`idlah yang disampaikan oleh Ketua PC NU Kab. Bandung KH. AM. Mansur yang lebih dikenal dengan nama sapaan Ceng Mansur. Beliau adalah salah satu pemegang kendali Pondok Pesantren al Hidayah Santiong Rancaekek. Kyai Santiong inimerupakan alumni beberapa pesantren terkenal di wilayah Jawa Barat. Tidak kurang dari Kempek Palimanan dan Babakan Waringin di daerah Cirebon, serta banyak lagi pesantren-pesantren di sekitar Ciamis, Tasikmalaya, Bandung, Cianjur, Sukabumi dan Banten.

 

Dalam materinya, Kyai Ceng Mansur memaparkan hadis sahih tentang perpecahan umat, di mana satu yang selamat adalah kelompok Ahlus Sunnah wal Jama`ah, dan salah satu representasinya di Indonesia adalah organisasi agama Nahdlatul Ulama. Kyai peun menjelaskan betapa pentingnya warga turut aktif berorganisasi. Bukan hanya kemaslahatan akhirat yang akan diraih, pun kemaslahatan kehidupan dunia. Karena NU sekarang sedang menggarap beberapa kegiatan ekonomi pertanian yang diharapkan dapat diserap oleh warga NU Kab. Bandung.

Dalam kesempatan itu pula, Ketua LTN NU Harry Yuniardi, M.Ag., turut mengenalkan website resmi PC NU serta majalah Nahdliyatuna sebagai media informasi dan komunikasi antar pengurus dan warga nahdliyin Kab. Bandung. Disampaikan juga santunan alakadarnya kepada warga desa Rawa bogo yang rumahnya rubuh. Santunan tersebut disampaikan oleh Kyai Aceng Amas yang diterima oleh perwakilan warga, yaitu yang akrab dipanggil Abah, pegiat Ranting NU desa Rawa Bogo. Di akhir acara, Kyai Ceng Amas berharap bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan oleh semua MWC dan Ranting di seluruh wilayah Kab. Bandung. Amîn….!

3 COMMENTS

  1. alhamdulillah luaaar biasa kang harry, mantabz…tapi saya nya teu muncul euy, maklum nasib potografer mah tara ka poto, hehehe….insya allah hari ini ahad, 6 Mei 2012 bada dhuhur kita ada rapat peremajaan pengurus kecamatan ciwidey di gedung dakwah…

  2. Mangga atuh diantos liputannana, kamerana pasihkeun kanu sanes supados Akang tiasa nampang di web, mung kedah ibak heula supados jelas he..he..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here