5 COMMENTS

  1. Sbgmn kita ketahui,bahwa kehidupaan di pesantrn idntik dg pola hidup yg sederhana.trutma Santri yg lagi mondok utk makan sehari2 pun dia harus mena2nak nasi sendiri(ngaliwet), Seiring dgn brkmbang’y zaman tradisi tersebut menjadi berkurang, bahkan di sebagian Pesantrn telah menghilang dan diganti dg istilah cost /si santri tsb makanya jd pindah di rumah kyainya,dg ketentuaan siisantri harus bayar kpd kyai untk byayaa makan selma 1bln Rp.250.000 miisalkn, pertayaanya:
    a.Bgmn hkm cost tsb..?
    b.termasuk k dlm aqad apakah mnrt tinjauan fiqh’y..?

    • La`allashshawaab; ini hanya jawaban sementara dr admin, insya Allah akan admin ajukan ke LBM yg lebih berkompeten.
      Jawaban:
      a. Kasus seperti ini disebut dengan istilah “al Istijrar”, hukumnya bathil menurut Syafi`iyah, kecuali menurut Imam al Ghazaliy, beliau membolehkannya, kalau saling ridla maka tidak ada hukuman di akhirat (tdk saling menuntut).
      b. Termasuk muamalah faasidah
      Maraji`:
      1. Bughyah al Mustarsyidien, 124:
      الاستجرار وهو أخذ الشيء شيئاً فشيئاً في أوقات
      2. Hasyiyah Bujayramii `ala al Minhaj, II/168:
      أَمَّا الِاسْتِجْرَارُ مِنْ بَيَّاعٍ فَبَاطِلٌ اتِّفَاقًا أَيْ: مِنْ الشَّافِعِيَّةِ أَيْ: حَيْثُ لَمْ يُقَدِّرْ الثَّمَنَ كُلَّ مُرَّةٍ عَلَى أَنَّ الْغَزَالِيَّ سَامَحَ فِيهِ

  2. Kalau ini termasuk kedalam istijrar,dan termasuk ke dalam aqad yg fasid,bgmn sikap kita atau para pengurus cabaang meynikapi halyg demikian ini.sementara mungkin menjadi dilematis tatkala kita mau menyekolahkaan anak ke lembaga yg sistem pengelola’annya demikian,dan itu sdh banyak terjadi bahkan di pesantren2 besar sekalipun. serta bukankah alghazali juga merupakan sebagian dari ashab syafi’iyah..?dan sampai dmn batasan saling meridlai itu,sehingga kalau di kemudian hari ada keluhan dari si anak,dalam masaalah lauk pauknya misalkan,tidak enak atau tidak kebagian,itu bagaimana..?

  3. Di antara solusinya adalah dengan cara “balitung” harian, walaupun tdk ada akad maka masuk kategori “bay` al mu`athah”. Imam al Ghazali adalah ashhab Syafi`iyah, transmisi fiqh Syafi`iyahnya beliau terima dari Imam al Haramayn (al Juwayniy yg mengarang kitab Nihayatul Mathlab). Secara kurun, beliau adalah kalangan ulama Syafi`iyah mutaqaddimin, yaitu ulama yg hidup pada abad IV H.
    Batasannya kembali ke personal masing-masing. Nah justeru itu, ketika hkm menilainya muamalah fasid, maka di dalamnya berarti sangat rentan terkena masalah, ya contohnya adalah sepertio itu, kadang ada anak yg tdk kebagian, dll.
    Solusinya? …..Kembalilah ke fiqh yg aslam!

  4. Sami2…..!
    Maksd tdk bisa didownload itu yang mana?
    Untuk pertanyaan boleh, karena sbnrnya ini baru jawaban sementara, insya Allah nanti akan ada jawaban yg lbh komprehensif mungkin dr LBM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here