Komentar Peserta Tentang Kaderisasi

316

ToT3 012Tiga hari sudah pelatihan kader penggerak Nahdlatul Ulama Kab. Bandung berjalan, berbagai peristiwa menyertai kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar oleh Pengurus Cabang NU Kab. Bandung masa khidmah 2011-2016.

Keberadaan peserta Training of Trainer di Ponpes Al-Husaini Ciparay disambut dengan senang hati oleh para santri, yang harus antri berbagi kamar mandi dengan peserta pendidikan kader yang berjumlah 40 orang ini, setiap pagi dan sore. Para santri ini kelihatan ingin tahu tentang apa yang dilakukan oleh para kader NU ini, terkadang mereka mengintip kelas yang dipakai kegiatan. Tapi, pada dasarnya para santri ini respek dan menaruh hormat kepada para peserta dan panitia Pelatihan Kader NU ini, setiap selesai shalat berjama’ah mereka mencium tangan  panitia dan peserta pelatihan.

Semua peserta pelatihan menilai kegiatan kaderisasi ini bernilai positif bagi pergerakan NU di Kab. Bandung. Seperti disampaikan oleh ToT3 016sebagian peserta di sela-sela istirahatnya; Sidik Permana dari Rancaekek berpendapat Pendidikan Kader ini harus difollow up dengan kegiatan di tingkat kecamatan agar ilmu-ilmu yang didapatkan dari sini bisa ditransfer ke warga NU di daerah. Sayang kalau materi-materi tidak sampai ke warga NU yang lain, ujarnya menambahkan.

Sementara utusan dari Paseh. Ustadz Udung dan Ustadz. Enang Saefudin berpendapat bahwa materi yang disampaikan sangat membantu mereka dalam memberikan penjelasan tentang amal ibadah yang mereka lakukan dan ajarkan kepada masyarakat. Jika selama ini mereka berpegang dan melaksanakan ajaran faham ahlussunah wal jama’ah karena itu yang mereka lakukan sejak kecil tanpa mengetahui asal-usulnya. Dengan pelatihan ini mereka jadi tahu sejarah dan asal-usul ajaran yang menjadi keyakinannya selama ini.

ToT3 015Peri, kader yang berasal dari Pasirjambu, berterima kasih sekali kepada PCNU Kab. Bandung yang telah memberikan kesempatan dan ilmu kepada para kader NU di daerah. Karena baru untuk pertama kali ikut kegiatan yang penuh dengan ilmu dan wawasan yang komplit sehingga sebagai kader NU menambah keyakinan akan kebenaran tradisi Ahlussunah wal Jama’ah.

Idham Kholid, kader dari Nagreg menyambut positif kegiatan ini dan berharap saat kembali ke daerah dapat berkomunikasi dengan pengurus NU di daerah dan bisa menghidupkan kegiatan NU di Nagreg.

Melihat respon positif dari para peserta kaderisasi, kita bisa berharap banyak kepada mereka untuk membangkitkan kembali semangat ke NU an di daerah. Agar hal itu bisa tercapai maka Pengurus Cabang harus memonitor dan berkomunikasi aktif dengan mereka.

2 COMMENTS

  1. Siapa kita ?……….Kita Siapa ?……..
    jawabannya bukan iklan dan slogan semata, harus terealisasikan di masing-masing MWC tentunya, NU-Ahlussunnah adalah harga mati yang harus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan.
    Kebersamaan selama 4 hari semoga memberikan motivasi yang prospektif dan progressif baik kepada peserta atau Panitia, dengan temuan-temuan yang sangat berharga.
    Endingnya rd kurang tachi………
    Thanks to All Steering comitee,organizing Comitee, Al-Husaini Islamic Boarding School Family and All TOT People.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here