PonPes

Ketika Santri Bicara di Era Digital

Kita hidup di era digital, saat informasi bisa di akses begitu bebas tanpa mengalami filterisasi. Hal ini berdampak pada terjadinya pergeseran sosial religius yang praktis. Jika dulu orang yang ingin mendalami ilmu agama harus “mondok” di pesantren bertahun-tahun, sekarang orang bisa belajar agama hanya dalam hitungan detik dengan mengakses internet.

Hal ini menjadi problematis karena informasi yang tersebar di internet begitu bebas tanpa filterisasi. Siapapun bisa menyebarkan informasi keagamaan meski tidak memiliki kapasitas dan kredibilitas untuk melakukannya asal pandai berretorika.

Situasi ini memunculkan elit agama yang instan, lahir dari hingar bingar dunia maya yang bebas. Jika kelompok pesantren yang memiliki nasab keilmuan dan kapasitas untuk menyebarkan informasi keagamaan tidak bergerak di wilayah ini, maka akan terjadi penurunan kualitas keagamaan masyarakat Indonesia karena informasi keagamaan akan di dominasi oleh orang-orang yang lahir dari pembelajaran instan tanpa nasab keilmuan yang jelas.

Mengingat hal tersebut, LTN bersama 164 Chanel yang bersinergi untuk mengkader kelompok pesantren agar bergerak mengisi ruang-ruang dakwah di dunia maya dengan melakukan pelatihan Jurnalistik, Video streaming, Citizen Jurnalism yang diadakan di kantor PWNU jln. Terusan Galunggung No. 9 Lengkong Kota Bandung Jawa Barat selama tiga hari pada tanggal 28-30 September 2018.

Dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan mampu mengimbangi dakwah di dunia maya dengan mensosialisasikan Islam yang Rahmah dan moderat.

Oleh : Muhamad Maksugi
Penulis adalah Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Universal al-Islami Bandung

Tags
Tampilkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: