Kriteria Caleg dan Status Keislaman Teroris, dibahas dalam Halaqah Nasional & Bahtsul Masail PBNU-PWNU di PP. Wasilatul Huda Cicalengka

363

Bahtsul Masail PWNU JabarCicalengka, 12/02/14.
Setelah mengalami menundaan, akhirnya hajat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat, yang bekerjasama dengan LBM PBNU dapat diselenggarakan jua. Bertempat di Pondok Pesantren Wasilatul Huda, Cicalengka.
Acara dengan tema Halaqoh Nasional & Bahtsul Masail, yang mempertemukan para pengurus LBM PWNU, LBM PCNU se Jabar, serta para Kyai Muda juga Lurah Pondok Pesantren, diisi dengan para pemateri yang memiliki kapabilitas tinggi di bidangnya.

Dengan dibuka melalui sambutan Panitia dari LBM PBNU, yang disampaikan oleh KH. Cholil Nafis, Ph.D, juga sambutan dari shahibul bayt, yang disampaikan KH. Agus Syarif serta KH. Dr. A. Malik Madani, MA., selanjutnya acara diisi dengan pemaparan materi tentang Implementasi Hasil Keputusan Munas Lampung tentang Sistem Pengambilan Keputusan Bahtsul Masail, yang disampaikan oleh pakarnya, Prof. Dr. KH. Said Agil Husain Munawar, MA.
Para peserta berikut tamu undangan, dibuat terkesima dengan pemaparan yang disampaikan oleh Prof. Said, dengan begitu sistematik, beliau mengurai materi Ushul Fikh secara gamblang. Disertai kelebihan spesial, yang sulit dijumpai pada orang lain, yaitu kemampuan memetakan para ulama dengan kitab-kitabnya, berikut tahun wafatnya, sekali lagi membuat para hadirin berdecak kagum. Salah seorang Kyai pengasuh pesantren, yang juga dosen senior di UIN Sunan Gunung Djati, memberi komentar: “Selama saya ngaji ilmu ushul fiqh, baru kali ini mendapatkan pemaparan sedemikian rupa”.
Pada sesi kedua, yang dilangsungkan dari pukul 20.00 malam Kamis, KH. Afifuddin Muhajir, salah satu pengurus LBM PBNU, memberikan materi tentang Maqashid al-Syari`ah. Diharapkan dapat dijadikan bekal dalam acara Bahtsul Masail yang akan diselenggarakan keesokan harinya.
IMG20140213112211Lokasi pesantren yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota, memberikan kenyamanan tersendiri untuk dijadikan tempat membahas beragam permasalahan agama. Dari pukul 09.00 hari Kamis, bahtsul masail dimulai dengan dibagi ke dalam dua kelompok bahasan, yaitu komisi waqi`iyah dan komisi mawdu`iyah. Dalam komisi waqi`iyah, yang dipimpin oleh penasihat LBM PWNU, Dr. Nurrohman, MA., didampingi oleh Drs. Abdullah Syafei, M.Ag,  dibahas tentang landasan hukum dari tradisi unik kaum nahdliyin ketika shalat, dari mulai doa iftitah sampai mengusap muka setelah salam. Juga dibahas tentang hujjah kelompok yang melarang mencukur jenggot, serta rukhsah shalat bagi orang yang terjebak macet saat perjalanan dekat, dan persoalan-persoalan lainnya.
Sedangkan dalam komisi mawdlu`iyah, yang dipimpin oleh Ketua LBM PWNU, Dr. Mujio, MA., didampingi Drs. Ateng Ruhendi, M.Ag., dibahas tentang status keislaman seorang teroris, cara-cara Densus 88 dalam menangkap para terduga teroris, serta ketentuan memilih Caleg juga Presiden dan Wakil Presiden.
Dalam Acara tersebut, PCNU Kab. Bandung, turut hadir dengan diwakili oleh Ketua PC, KH. A. Mansur, Sekretaris Drs. KH. Usep Dedi Rostandi, MA., Katib Drs. KH. Asep Jamaludin, serta Ketua LTN Harry Yuniardi, M.Ag., kemudian dalam sesi bahtsul masail, ikut hadir pula Ketua MWC Cicalengka, Ust. Dadi Ahmad Fida, dkk.
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here