Kegiatan 1Bandung, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat menyelenggarakan dialog publik tentang “Dampak Siaran Televisi, Radio dan Internet Terhadap Mental dan Karakter Bangsa” di Aula Kantor KPIDJawa Barat (22/02/2016). Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KIPD) Jawa Barat dan Smartfren Telecom.

Dialog publik tersebut dihadiri oleh 51 orang perwakilan dari guru-guru NU se bandung raya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Pergunu Jabar H. Saepuloh, M.Pd., Ketua KPID Jawa Barat Dr. Hj. Dedeh Fardiah, M.Si., Kepala Skretariat KPID Jawa Barat H.B Subaedy, SH., M.Si. dan Head Development, PT Smartfren Telecom, Tbk Deni M. Akhyar, ST., M.Si.
Yang menjadi narasumbewr pada kegiatan tersebut adalah komisioner KPID Jawa Barat, yaitu; Dr. Dedeh Fardiah, M.Si, Dr. Mahi Mamat Hikmat, M.Si., Neneng Athiatul Faiziyah, S.Ag, M.Ikom., dan M. Saefurrohman, S.S
Ketua KPID Jawa Barat Dr. Hj. Dedeh Fardiah, M.Si., mengatakan dengan keterbatasan KPID Jawa Barat berharap setelah kegiatan ini, guru-guru NU yang tergabung dalam Persatuan guru NU bisa menjadi kepanjangan tangan dari KPID Jawa Barat dalam menyampaikan lietarasi media kepada masyarakat, yaitu memahami media yang benar, menyikapi media yang benar dan memilih media yang benar.
Sementara itu, Sekretaris Pergunu Jawa Barat H. Saepuloh, M.Pd., menyatakan bahwa Pergunu Jawa Barat sangat berkomitmen dalam upaya mencerdaskan masyarakat akan dampak negatif dari lembaga penyiaran dan internet.
“Fenomenya yang terjadi sekarang ini, perilaku siswa sangat dipengaruhi oleh isi siaran dari radion, televisi dan internet. Oleh karena itu, guru-guru NU yang tergabung dalam Pergunu harus menjadi agen literasi media, sehingga siswa dan orang tua bisa memahami, menyikapi dan memilih media yang benar” tutur H. Saepuloh
Lebih lanjut H. Saepuloh mengihimbau kepada guru-guru NU untuk ikut memantau isi siaran radio dan televisi. Jika ada isi siaran dari radio dan televisi yang menyimpang dari norma agama, norma sosial, dan norma budaya, maka jangan segan-segan untuk melaporkan ke KPID Jawa Barat via SMS : 081573107000, Facebook: Fanpage FB (KPID), Twitter : @kpidjabar1.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.