BeritaKegiatan

GEMA IMTIHAN: SANTRI PENGOKOH NEGERI

Selama tiga hari para santri Yayasan Shirotul Huda Rancaekek sibuk menyelenggarakan acara “Gema Imtihan”. Menurut Ketua Yayasan Shirotul Huda sekaligus Rois Suriah MWCNU Rancaekek, KH Drs. Pepen Ma’ruf, M.Pd, acara ini diselenggarakan setiap tahun dengan tujuan diantaranya ingin menggali potensi para santri, baik dalam hal keagamaan, kreasi seni, maupun dalam kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan.

  Secara ringkas, rundown acara ini dimulai pada malam Sabtu, tanggal 21 Desember 2018, dengan penampilan kreasi keagamaan dan seni para santri. Acara dilanjutkan pada siang harinya dengan lomba ilmiah dan keagamaan. Pada malam Minggunya, acara dilanjutkan lagi dengan penampilan kreasi keagamaan dan seni. Lalu pada hari Minggu, kegiatan ini diisi dengan berbagai lomba hiburan. Acara ini ditutup pada malam Senin dengan kegiatan Tabligh Akbar. Acara Tabligh Akbar ini diisi oleh penceramah KH Dr Ramdhan Fauzi, sekretaris Tanfidziah PWNU Jawa Barat.

Acara Gema Imtihan kali ini bertemakan “Santri Mengaji, Berkreasi, Mandiri, dan Pengokoh Negeri”. Menurut Ketua Panitia, Kang Teten, tema kali ini dilatarbelakangi oleh tujuan agar para santri benar-benar mampu mengemban amanah kesantriannya yang multidimensi. Pertama-tama santri tentu saja harus rajin mengaji dan mengamalkan semua ilmunya dalam kehidupan. Kemudian, santri juga harus kreatif dalam kehidupannya, terlebih dalam jaman yang semakin kompetitif seperti sekarang ini. Santri juga harus mandiri karena kemandirian adalah syarat utama seseorang menjadi orang yang bermanfaat bagi agama dan bangsa. Dan yang terakhir, santri juga harus peduli pada negerinya, dalam arti mereka harus menjadi garda terdepan dalam mengokohkan negeri dan membela negeri dari berbagai ancaman.

Pada acara tabligh akbar, penceramah membahas tentang pentingnya meningkatkan dan membuktikan rasa cinta kita pada Sang Suri Teladan kita, Sayyidina Muhammad SAW. Salah satu cara untuk membuktikan rasa cinta kita pada Sayyidina Muhammad SAW adalah dengan meneladani akhlaqul karimah beliau. Hal ini sangat penting dilakukan, terlebih pada jaman medsos seperti sekarang ini. Akhlaqul karimah dalam ber-medsos sangat penting diperhatikan karena saat ini medsos sudah sangat mempengaruhi kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara.

Pada acara Tabligh Akbar tersebut, hadir pula KH. Dr. Enden Haetami, pimpinan Ponpes Al-Ilhaam, Ibu Hj. Fatimah, SH., M.Kn., anggota DPRD Provinsi Jawa Barat., dan KH Ending Jauharudin, S.Pd.I, Ketua Tanfidziah MWCNU Rancaekek.

 

 

 

 

Tampilkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: