Alhamdulillâh `alâ ni`âmillâh, awal tahun 1434 Hijriyah ini disambut dengan perubahan musim. Setelah sekian lama cuaca yang teramat terik dirasakan, udara penuh debu menyesakkan, akhirnya Allâh SWT memberikan anugerah-Nya yang kesekian kali, yang selalu kita lupakan, yaitu bergantinya musim kemarau dengan musim penghujan. Di mana-mana, setiap hari kita berjumpa dengan hujan, tidak pagi hari, siang hari, sore hari, atau pun malam hari.

Alhamdulillâh, sekali lagi alhamdulillâh, namun meski demikian, anugerah Allâh tersebut, bagi segelintir orang bisa saja secepat kilat berubah menjadi bencana. Semua itu tiada lain karena ulah kita sendiri, karena sejatinya setiap sesuatu yang merugikan menghampiri kita, maka itu karena ulah kita sendiri.

Demikian pula dengan hujan sekarang ini, di sebagian tempat malah terasa menjadi bencana, sebagaimana halnya yang terjadi di wilayah Bandung Selatan. Pemandangan rumah terendam banjir seolah sudah bukan sesuatu yang mengagetkan. Bahkan yang lebih parah pun seperti banjir bandang, dan tanah longsor sempat menghiasi pemberitaan media-media.

Semua itu, bagi umat muslim yang taat, bukan untuk diratapi, melainkan dijadikan media untuk senantiasa introspeksi diri, guna membenahi setiap prilaku ke arah menjadi lebih baik. Untuk itu pula, masyarakat Nahdliyin Kabupaten Bandung, dalam menyongsong tahun baru Hijriyah ini, tidak henti-hentinya menggaungkan dakwah Islamiyah Ishlahiyah.

Tidak ketinggalan pula, di Kecamatan Ciwidey, Desa Rawabogo. Tepatnya pada hari Minggu, 25 Nopember 2012, bertepatan dengan 11 Muharram 1434 H, Ranting Nahdlatul Ulama Desa Rawabogo, menggelar acara Gebyar Muharaman, selain diisi dengan acara utama, yaitu Tawshiyah dan Istighatsah Kubra, juga diramu dengan berbagai penampilan Qasidah Rebana yang dipimpin oleh Agus R., pada awal acara, dibuka dengan Hadlrah/Tawasul yang dipimpin oleh Ust. Syamsudin sebagai Ketua Ranting NU, kemudian disusul Prakata Panitia yang disampaikan oleh Ust. Yayat H, serta Sambutan dari Kepala Desa Rawabogo, Cecep MA. Prawira.

Sedangkan Tawshiyah disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kab. Bandung, H. Sugihanto, S.Ag., dalam ceramahnya beliau menyampaikan bagaimana pentingnya menyukuri segala nikmat Allâh yang jelas-jelas tidak akan terhitung. Bagaimana orang lupa menyukuri nikmat yang telah diberikan kepadanya, ketika ia terhalang kesadaran karena terlanjur membandingkan dengan keadaan orang lain yang dipandangnya lebih kaya, lebih sukses, padahal itu baru sebatas perkiraan. Disinggung pula masalah kotornya praktek politik yang saat ini berjalan di lingkup pemerintahan Indonesia.

Sekretaris PCNU Kab. Bandung

Acara Gebyar Muharaman ini selain dihadiri oleh para Ulama dan Asatidz setempat, serta Kepala KUA Ciwidey, dihadiri pula oleh organ PCNU Kab. Bandung, diwakili oleh Wakil Ketua Tanfidziyah, KH. Moch. Sodiqin, BA., Sekretaris Tanfidziyah, H. Usep Dedi Rostandi, MA., serta Ketua LTNNU, Harry Yuniardi, M.Ag. Dalam sambutannya, sekretaris PCNU menitipkan amanah warga Nahdliyin Desa Rawabogo Kecamatan Ciwidey, kepada para anggota dewan yang nota bene sebagai wakil rakyat, yang keberhasilannya menduduki posisi tersebut, tiada lain karena dukungan warga Nahdliyin, sehingga ketika sudah berhasil, harus senantiasa memperhatikan nasib dan kondisi para pemilihnya, sebagai konstituen kesuksesannya.

Di akhir acara, Istighatsah Kubra dipimpin oleh Wakil Ketua Tanfidziyah, serta Doa Penutup oleh Ust. Aziz Muslim.

Di sela-sela acara, Ust. Syamsudin yang lebih akrab dikenal dengan panggilan “Abah”, memaparkan berbagai geliat aktifitas warga Nahdliyin Desa Rawabogo, yang demikian sarat. Memang tampak sekali antusias warga, Bapak-bapak, Ibu-ibu, serta anak-anak, rela menyempatkan waktu produktifnya untuk menghadiri acara tersebut, semoga saja ini dapat menjadi preseden positif bagi warga Nahdliyin lainnya diberbagai pelosok daerah…Âmîn ya Rabbal `Âlamîn!

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.