Dirjen Pendidikan Islam Klarifikasi Buku SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013

Muslimedianews.com ~ Buku pegangan untuk guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII MTs Kurikulim 2013 yang didalamnya menyebutkan makam wali-wali Allah sebagai berhala, mengundang reaksi dari umat Islam.
Buku itu dianggap telah disusupi paham Wahhabi yang disebarkan oleh tim penulisnya dan dianggap melecehkan umat Islam. Berkaitan dengan itu, NU mendesak Kemenag mencabut peredaran buku yang memuat unsur SARA tersebut.
Kemenag, melalui Direktur Pendidikan Madrasah, Prof. Dr. Phil. M. Nur Kholis Setiawan, MA. melakukan klarifikasi atas isi buku tersebut setelah mendapatkan saran dari berbagai pihak.
Dirjen Pendis menguluarkan surat edaran terkait buku pedoman guru SKI MTs Kelas VII, tetapi tidak mencabut beredarnya buku tersebut, hanya melakukan klarifikasi terhadap redaksi kalimat.
“Buku Kurikulum 2013 Kementerian Agama adalah living document (dokumen hidup), yang terbuka untuk dikritik, diperbaiki dan disempurnakan. Oleh sebab itu, masukan dari masyarakat akan sangat membantu,” jelas M. Nur Kholis, sebagaimana dilansir situs Kemena (16/9/2014).
Dituliskan bahwa, buku Kurikulum 2013 untuk madrasah memang dibuat dengan tujuan untuk menganyomi semua umat Islam di Indonesia. “Sebagai tindaklanjut atas masukan dari masyakarat terutama terkait dengan Buku Pedoman Guru SKI kelas VII MTs, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah mengeluarkan Surat Edaran No. SE./Dj. I/HK.00.7/133/2014 tentang Perbaikan Redaksi Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas VII,” tambah Direktur Pendidikan Madrasah.
Perbaikan Redaksi tersebut, sebagaimana tercantum di dalam Surat Edaran adalah sebagai berikut:

No Tertulis Seharusnya
1 Berhala dilakukan oleh agama selain Islam yaitu Hindu dan Budha Berhala dilakukan oleh kepercayaan lain
2 Berhala sekarang adalah kuburan para wali Berhala sekarang adalah kuburan yang dianggap keramat
3 Istilah dukun berubah menjadi paranormal atau guru spiritual Istilah dukun berubah menjadi paranormal

Kunjungi www.facebook.com/muslimedianews Sumber MMN: http://www.muslimedianews.com/2014/09/dirjen-pendidikan-islam-klarifikasi.html#ixzz3DWqQdAHR
 
Berita terkait lainnya :

Teledor, Menag Lukman Saifuddin Minta Maaf Soal Buku SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013

Tweet Menag, Lukman H. Saefuddin

Muslimedianews.com ~ Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melalui akun twitternya menyampaikan permintaan maaf atas berkaitan dengan isi buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kemenag. Pasalnya dalam buku tersebut menyebutkan makam wali-wali Allah sebagai berhala.
Menag memberitahukan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah mengirimkan surat edaran koreksian ke semua Kanwil untuk disebar keseluruh madrasah. 
 
Ya, mohon maaf sekali dg keteledoran itu. Dirjen Pendis tlh kirim surat koreksian ke semua Kanwil utk disebarkan ke semua madrasah.”, tulisn Lukman Hakim Saifuddin di twitternya @lukmansaifuddin . (16/9/2014) setelah tag dari akun @WartaNU.
Diantara pengguna twitter ada yang menanggapi agar memecat agen-agen Wahhabi yang berada dilingkungan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag.
“Copot aja Pak, agen2 wahabi di lingkungan pendis.”, tulis akun @mahkamz.

PBNU Minta Kemenag Cabut Peredaran Buku Sekolah Berbau SARA

Foto: Guru SKI di MTs Irsyaduth Thullab, Tedunan, Demak, menunjukkan buku Kemenag yang disusupi ajaran wahabi.

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai Kemenag ceroboh atas peredaran buku SKI kelas VII MTs Kurikulum 2013. Pasalnya dengan menyebutkan makam wali sebagai contoh dari berhala masa kini, tim penulis buku dari Ditjen Pendis Kemenag RI secara langsung menciptakan konflik terbuka di tengah keharmonisan umat beragama.
“Yang paling mendesak buku itu harus dicabut dari peredaran dulu,” kata Wasekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ kepada NU Online di kantor PBNU Jakarta Pusat, Selasa (16/9) sore menanggapi peredaran buku Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII MTs terbitan Kemenag 2014.
“Orang Kemenag terlalu sibuk mengurusi proyek. Sehingga, muatan materi yang menggangu keharmonisan umat beragama bisa lolos cetak. Ini keteledoran Menteri Agama. Mereka mengkhianati amanah dan mandat yang diberikan rakyat untuk menjaga ketertiban dan kerukunan kehidupan umat beragama,” tegas Abdul Mun’im.
H Mun’im mengingatkan, Kemenag tidak boleh dipakai untuk kepentingan segelintir umat Islam. “Kemenag institusi negara. ia harus bekerja dalam rangka menciptakan kerukunan dan keharmonisan umat beragama,” terang Mun’im.
Menurut Mun’im, Kemenag seharusnya mengutamakan pelayanan pendidikan untuk umat banyak, bukan sibuk berurusan dengan proyek-proyek singkat dengan mengabaikan ketelitian yang berdampak pada lolosnya konten-konten kurikulum yang membuat ketegangan di tengah masyarakat.
Seperti diwartakan sebelumnya, kalimat yang menyinggung SARA itu terdapat dalam buku pedoman untuk guru SKI Kelas VII MTs. Kepala MTs Irsyaduth Thullab, Tedunan, Wedung, Demak, Faiq Aminuddin dalam suratnya kepada NU Online mengatakan, pemberian contoh yang menyebutkan berhala sekarang adalah kuburan para wali tentu tidak sesuai dengan ajaran yang dianut oleh warga NU. (Alhafiz K)
Sumber : nu.or.id
 

Wahabi Menyusup di Kurikulum Madrasah Kemenag

Foto: Guru SKI di MTs Irsyaduth Thullab, Tedunan, Demak, menunjukkan buku Kemenag yang disusupi ajaran wahabi.
Foto: Guru SKI di MTs Irsyaduth Thullab, Tedunan, Demak, menunjukkan buku Kemenag yang disusupi ajaran wahabi.

Jakarta, NU Online
Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Demak, Jawa Tengah, menyampaikan keberatan atas penyusupan materi wahabi dalam Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Salah satu keberatan disampaikan terkait adanya kalimat yang menyebutkan makam wali yang diziarahi umat Islam sebagai berhala.
Kalimat itu terdapat dalam buku pedoman untuk guru SKI Kelas VII MTs (Kurikulum 2013) yang diterbitkan oleh Kemenag RI Tahun 2014. BAB I tentang Kearifan Nabi Muhammad SAW, pada buku pedoman itu memerintahkan guru untuk meminta peserta didik agar mendiskusikan tentang perbandingan antara kondisi kepercayaan Mekkah dengan kondisi kepercayaan sekarang.
Lalu disebutkan bahwa “Masih ada yang menyembah berhala, memercayai benda-benda, dan selalu meminta kepada benda-benda.” Berikutnya pada poin lain disebutkan bahwa “Berhala sekarang adalah kuburan para Wali,”.
Kepala MTs Irsyaduth Thullab, Tedunan, Wedung, Demak, Faiq Aminuddin dalam suratnya kepada NU Online mengatakan, pemberian contoh yang menyebutkan berhala sekarang adalah makam atau kuburan para wali tentu tidak sesuai dengan ajaran yang dianut oleh warga NU.
“Tidak tepatlah bila buku ini dijadikan sebagai buku pegangan semua guru MTs se-Indonesia karena ada banyak MTs yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU. Sungguh sangat disayangkan adanya kalimat yang menyatakan bahwa kuburan wali adalah berhala. Maka sudah seharusnya buku ini perlu segera dikaji ulang dan direvisi,” katanya.
Pandangan negatif mengenai makam wali ini mengingatkan masyarakat mengenai adanya upaya kelompok wahabi di Saudi Arabia untuk membongkar makam Nabi Muhammad SAW. Sumber NU Online dari lingkungan pejabat kementerian agama mengungkapkan, selain pernyataan negatif mengenai makam wali tersebut penyusupan materi wahabi sebetulnya lebih banyak lagi.
“Misalnya ada pembahasan mengenai menjenguk orang sakit, gambar yang ditampilkan adalah foto Abu Bakar Ba’asyir. Lalu pada bagian lain disebutkan bahwa sumber hukum Islam hanya Al-Qur’an dan Hadits, tidak menyebutkan adanya Ijma dan Qiyas. Dua contoh ini untungnya sudah diedit, nah yang soal makam wali itu yang lolos sensor,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Ditambahkan, penyusupan materi wahabi dalam kurikulum madrasah itu masih sangat mungkin ditemukan. “Sekarang baru empat minggu pelajaran dimulai, dan buku itu baru mulai digunakan tahun ajaran ini. Di bagian lain mungkin ditemukan lagi,” tambahnya. (Alhafiz Kurniawan/Anam)
Sumber : nu.or.id

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.