Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim agar senantiasa ada dalam lindungan dan ridha Allah SWT. dan berharap diberi kekuatan dan kesabaran dalam menegakan ajaran Islam tradisi Islam ahlussunah wal jama’ah kalangan muda NU mendeklarasikan Kelompok Kajian Muda Nahdlatul Ulama di Soreang pada hari Sabtu 22 Jumadil Ula 1433 H., yang bertepatan dengan tanggal 14 April 2012.

Dalam Deklarasi itu hadir jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung di antaranya; Katib Syuriyah KH. Drs. Asep Jamaluddin, M.Ag. Ketua Tanfidziyah KH. A. Manshur, Wakil Ketua H. Imron Rosadi, S.Ag. dan Sekretaris H. Usep Dedi Rostandi, MA.

Generasi muda NU Kabupaten Bandung merasa perlu menyiapkan diri sedini mungkin menerima estafet kepemimpinan dari para seniornyanya. Generasi muda NU melihat  organisasi NU dan Banom-Banomnya di Kabupaten Bandung belum menggunakan menejmen organisasi yang tertata dengan rapih, sehingga masih banyak potensi-potensi NU di daerah belum tergarap secara maksimal. Untuk itu, generasi  muda NU harus bersatu dan bahu membahu dalam membenahi organisasi buatan para ulama ini.

Kaum muda NU berpendapat, karena Ormas NU belum tertata dengan baik menyebabkan potensi dan kekuaatan NU terkotak-kotak dalam beberapa “faksi” dengan kepentingan masing-masing. Mereka bergerak sendiri, merasa besar sendiri  tanpa ada yang mengendalikan secara organisasi. Hal ini memudahkan kelompok tertentu mengendalikan kekuatan Nahdliyyin untuk kepentingannya, bukan untuk kesejahteraan warga Nahdliyyin.

Fenomena yang terlihat,  tidak sedikit Asatidz dan Ulama NU  “dinina bobokan” oleh “kalangan tertentu”. Pada tahun 70-an sampai tahun 80-an posisi Ajengan, Ulama masih terasa wibawanya sehingga para umaro   “ajrih” sangat menghargai para ulama, ajengan, mereka berlomba-lomba  sowan ke pesantren-pesantren, tapi sekarang terbalik, banyak Asatidz dan ulama mengejar-ngejar Umaro. Mereka merasa bangga jika dianggap  dekat dengan penguasa.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh berbagai perwakilan dari Pergunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama), Ansor, Banser, Fatayat NU, Pagar Nusa,   IPNU, IPPNU dan santri-santri dari pesantren dari beberapa kecamatan, bahkan telihat juga dari Lajnah Falaqiyah, Lembaga Ma’arif yang merasa mempunyai semangat muda dan bertanggungjawab terhadap kemajuan NU, bersapakat untuk melakukan berbagai kajian dan telaahan terhadap berbagai masalah yang terjadi di Kabupaten Bandung.

Mereka menjadwalkan setiap hari  Sabtu, bertempat di Sekretariat PCNU Kabupaten Bandung Soreang mengadakan pertemuan rutin. Dan setiap Sabtu awal bulan diadakan pertemuan  formal dengan mendatangkan nara sumber dari berbagai kalangan.

Wahai kaum muda Nahdliyyin! Manfa’atkan masa hidupmu di dunia yang sebentar ini dengan kegiatan yang bermanfaat bagi dirimu dan bagi orang sekelilingmu! Singsingkan lengan bajumu!  bangkit dan bergeraklah! “DEMI AGAMA JUGA NEGARA, DEMI UMAT JUGA MASYARAKAT, DEMI ASWAJA JUGA PANCASILA

4 thoughts on “Deklarasi Kelompok Kajian Muda NU

  1. Setuju,,,,
    Semoga Kajian Ilmu nya tidak “membebani” Pengurus, dan “kita” berusaha tetap Konsisten,,,,he he he …….
    Aamiiin…..

  2. Lillahi ta’ala untuk kebesaran NU tanpa mengharapkan ongkos bahkan kalau perlu bawa timbel dari rumah masing-masing. Insya Allah NU Kab. Bandung akan besar dan disegani orang lain

  3. Setuju bu imas, …., SAATNYA KITA MEMBERI, …
    SAATNYA KITA MENGABDI BUKAN MEMBEBANI, …
    SAATNYA KITA MENGURUS BUKAN DIURUS, …. Jaya selalu NU ku,…

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.