BeritaHikmahKegiatan

BELAJAR MENYIKAPI BENCANA: Angin Puting Beliung di Rancaekek

Pak Dikdik, adalah seorang anggota kepolisian. Beliau adalah salah seorang pemilik rumah di Perumahan Rancaekek Permai 2, yang berada di Desa Jelegong kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Beliau sedang mengawasi dua saudaranya yang sedang memperbaiki atap rumahnya yang rusak. “Ada beberapa teman saya di kepolisian yang juga memiliki rumah di sini, dan yang paling rusak adalah milik teman saya, yang itu,” katanya sambil menunjuk sebuah rumah yang bukan hanya atapnya yang rusak, tetapi juga temboknya jebol.

Kebanyakan rumah yang rusak terkena dampak angin puting beliung di Perumahan Rancaekek Permai 2 ini adalah rusak bagian atapnya. Banyak juga rumah yang tingkat kerusakannya lebih parah, yaitu rumah-rumah yang temboknya jebol atau runtuh.

Salah satu rumah yang temboknya jebol

 

Dahsyatnya angin puting beliung yang terjadi pada hari Jum’at tanggal 11 Januari 2019 sekitar pukul 15.00 wib itu bukan hanya dilihat dari jebolnya tembok. Di sebuah tempat ada potongan besi, setelah didekati dan ditanyakan pada penduduk, ternyata benda itu adalah potongan alat permainan anak-anak dari sebuah Taman Kanak-kanak (TK) yang terlempar oleh angin puting beliung kira-kira sejauh 60 meter dari tempat asalnya. Bahkan di suatu tempat ada onggokan besi, sepertinya potongan prosotan, yang bertengger di atas atap rumah penduduk. Setelah ditanyakan, ternyata benda itu juga adalah mainan anak-anak TK.

Bagian alat mainan anak milik sebuah TK yang terlempar

 

Ketika saya meninjau lokasi bencana pada hari Sabtu pagi, tempat itu sudah dipadati oleh banyak orang, ada polisi dan TNI, ada para relawan dari Banser, FPI, PKS, dan pihak lainnya. Mereka bahu membahu membantu penduduk yang terkena bencana. Selain itu para petugas PLN juga langsung hadir untuk segera memperbaiki jaringan listrik yang rusak.

Anggota Banser sedang membantu memperbaiki rumah

Menurut Camat kecamatan Rancaekek, Baban Banjar, wilayah yang terkena dampak angin puting beliung ini meliputi tiga desa, yaitu desa Jelegong, Bojongloa, dan Rancaekek Kencana. Sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung memastikan terdapat 640-an rumah penduduk yang terdampak angin puting beliung di Kecamatan Rancaekek. Data ini merupakan data terbaru per Sabtu (12/1/2019) pukul 20.00 WIB.

Apa yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah SWT, begitu juga dengan peristiwa angin puting beliung tersebut. Secara sederhana, sebuah musibah itu bisa dilihat sebagai cobaan/ujian, bisa juga dilihat sebagai azab. Secara sederhana juga bisa disebutkan bahwa cobaan itu diberikan kepada orang yang baik untuk meningkatkan derajat dirinya. Sedangkan azab ditimpakan kepada orang yang tidak baik sebagai hukuman bagi perbuatannya.

Jadi, apakah sebuah musibah itu adalah azab atau cobaan tergantung kepada siapa musibah tersebut ditimpakan. Sering sekali kita berpendapat bahwa musibah yang menimpa pihak lain sebagai azab karena kita menganggap bahwa pihak tersebut adalah pihak yang tidak baik. Dan sering sekali kita berpendapat bahwa musibah yang menimpa pihak kita sebagai cobaan karena kita merasa dipihak yang benar. Menurut penulis, hal ini tidak seratus persen salah, yang salah jika kita memutlakan anggapan tersebut dan tidak membingkainya dengan kalimat “wallahu a’lam bishshawab” (Allah yang lebih tahu siapa yang benar).

Ketika kita berbicara tentang musibah yang menimpa diri kita sendiri, keseimbangan antara melihat musibah sebagai cobaan dengan melihat musibah sebagai azab harus benar-benar diperhatikan. Selalu melihat musibah sebagai cobaan akan membuat kita jadi kurang peka terhadap kekurangan dan kesalahan yang kita perbuat. Akibat lebih jauhnya kita akan menjadi angkuh dan merasa lebih baik dari orang lain. Sebaliknya, selalu melihat musibah sebagai azab akan membuat kita menjadi pesimis.

Wallahu a’lam.

Tampilkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: