Bangun Kantor, MWCNU Sukoharjo Mampu Iuran 1.5 Milyar

242

Sukoharjo, NU Online
1378483354Kemandirian itu merupakan hal yang musti dilakukan. Seperti halnya proses pembanguan Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama  (MWC) Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo yang dilakukan secara mandiri oleh warga Nahdliyin di lingkungan Sukoharjo.
Kala itu, pada tahun 2006 tokoh-tokoh NU Sukoharjo mempunyai agenda untuk mendirikan sebuah gedung yang mampu menampung dan menjadi pusat kegiatan warga Nahdliyin di wilayah Sukoharjo. Agenda itu sangat mengharuskan karena sebelum 2006 segala kegiatan MWCNU Sukoharjo selalu ditempatkan di rumah ketua MWCNU Sukoharjo.
“Awalnya untuk Gedung MWC itu tidak punya, kemudian tokoh-tokoh NU bermusyawarah dan ditemukanlah kesepakatan dengan niat bismilaah untuk membangun sebuah Gedung MWCNU,” Terang Aziz Sa’ban Bendahara Pembangunan MWCNU Sukoharjo Kepada Wonosobo Ekpres ketika prosesi peresmian, Jum’at (6/9).

Niat yang baik itupun terlaksana dengan adanya tawaran lahan dari tokoh Nahdliyin. Barulah proses tawar menawar lahan dilakukan hingga lahan itu disepakati seharga Rp175 juta.
“Alhamdulilah tempatnya strategis dan harganya juga cukup murah karena lahannya milik tokoh NU. Sebab kalau bukan milik tokoh NU harganya cukup mahal,” jelasnya.
Setelah menemukan tempat yang strategis, maka barulah warga Nahdliyin dan pengurus MWCNU Sukoharjo melakukan musyawarah kepada Ranting. Musyawarah itupun disepakati dengan menetapkan untuk setiap warga Nahdliyin melakukan iuran selama satu bulan sekali.
“Jadi warga Nahdliyin secara ikhlas iuran. Kemudian uangnya terkumpul baru kita belikan bahan dan langsung dikerjakan,” jelasnya.
Disebutkan untuk iuran yang diberikan oleh warga Nahdliyin itu bervariasi. Mulai dari iuran Rp25 ribu hingga Rp1 juta. Tergantung dengan kemampuan mereka dalam beramal. Sampai tak terasa pembangunan gedung tiga lantai ini menghabiskan dana 1.5 Milyar. Itupun belum selesai semuanya karena agar gedung tersebut sempurna, dibutuhkan dana sekitar 2 milyar.
“Malah ada juga yang nyumbangnya itu setiap satu bulan sekali dengan nominal yang cukup besar,” jelasnya.
Proses pekerjaannya pun tak terlalu memakan biaya banyak. Sebab dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat.
“Pembangunan gedung sejak tahun 2006 ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Dan mereka mengerjakan secara bergantian,” terangnya. (Fathul Jamil/Mukafi Niam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here