Bagi Gus Dur, NU adalah Gerakan Spiritual

1218

Jakarta, NU Online
Kata “nahdlah” dalam “nahdlatul ulama”, terinspirasi dari sebuah kalimat yang tertulis dalam kitab al-Hikam “La tashhab man la yunhidluka haluhu wala yadulluka alallahi maqalu.” Janganlah berteman dengan orang yang perilaku dan kata-katanya tidak bisa membangkitkan dirimu kepada Allah. Dari kata “la yunhidluka” (tidak membangkitkan) inilah, nama Nahdlatul Ulama (kebangkitan ulama) berasal.
Demikian percikan pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang NU yang dipaparkan Syaiful Arif, pada kegiatan bertajuk “Kursus Pemikiran Gus Dur” di Pusat Studi dan Pengembangan Pesantren (PSPP), Ciputat, Sabtu (2/6) kemarin.
“NU adalah gerakan spiritual karena basis pergerakannya ada di pesantren. Sebagai lembaga pendidikan sekaligus perwujudan kultural Islam, pesantren memiliki corak keislaman fiqh-sufistik. Jadi ketaatan fiqhiyah yang dilambari oleh kedalaman tasawuf. Makanya kitab bergenre fiqh-sufistik seperti al-Hikam di atas, atau Bidayatul Hidayah karya Imam al-Ghazali merupakan kitab favorit di kalangan pesantren dan NU,” demikian Arif.

Dengan corak fiqh-sufistik ini, menurutnya, NU memiliki pandangan fiqhiyah yang tidak hitam-putih. Hal ini yang melahirkan pemikiran kenegaraan moderat, yang menempatkan “kaca mata fiqh” sebagai standar keabsahan persoalan politik. Pancasila misalnya diterima NU setelah yakin bahwa ideologi negara ini tidak akan mengganti agama, serta tidak ditempatkan sebagai agama. Maka, Pancasila kemudian ditempatkan sebagai landasan konstitusi sementara Islam tetap diposisikan sebagai akidah. Pemikiran yang strategis seperti ini tentu tidak mungkin dicetuskan oleh kalangan puritan yang melulu berpegang pada hukum Islam, minus spiritualitas Islam.
Syaiful Arif yang merupakan alumni Pesantren Ciganjur serta penulis buku “Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif (2009)” ini menjelaskan “wasiat” Gus Dur bagi masa depan NU. Dalam hal ini Gus Dur menyatakan, “NU harus mampu merumuskan konsensus nasional yang baru tentang posisi Islam dalam kehidupan berbangsa. Caranya melalui pengintegrasian perjuangan Islam ke dalam perjuangan nasional, dengan menempatkan perjuangan Islam dalam konteks demokratisasi jangka panjang.”
Untuk peran ini, NU memiliki dua modal besar, yakni kekayaan kultural dan pengalaman politik yang beragam. Ketidakmampuan untuk menggunakan dua modal tersebut, akan menempatkan NU pada pinggiran sejarah dan irrelevansi dirinya secara bertahap”. Wasiat ini termaktub dalam tulisan Gus Dur: NU dan Islam di Indonesia Dewasa ini yang pernah dimuat di Jurnal Prisma (April 1984).
Kursus Pemikiran Gus Dur yang sudah berjalan enam kali ini dilaksanakan setiap sabtu jam 13.00 WIB di PSPP, Jl. Kertamukti Gg. H. Nipan 107, Pisangan Ciputat. Kursus ini akan berlangsung selama sembilan kali, dan bermuara pada perumusan silabus mata kuliah Gus Dur. Dengan silabus ini, mata kuliah Gus Dur akan diajarkan di perguruan tinggi agar pemikiran mantan Ketua Umum PBNU ini tidak lenyap ditelan sejarah.
 
Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Muhammad Idris Mas’udi 

2 COMMENTS

  1. Jakarta 18 Juni 2012
    Kami selaku Ketua atau Kaisar DPC KOBUKI Jakarta Selatan seiring perkembanga Pemilihan kepala derah Tingkat I di DKI Jakarta setelah meneliti dan memperhatikan saran dari beberapa tokoh sekaligus Keluarga besar KOBUKI yang berada di Wilayah DKI Jakarta termasuk di dalamnya Ketua Umum DPP KOBUKI “ Prof.DR.KH Nanang Hariadi , yang juga pengasuh Pondok Pesantren Bambu Kuning sekaligus penasehat Pondok Pesantren Yayasan Al Fadly Klampis Bangkalan Madura , serta Penasehat Yayasan AL Syamsiah Arosbaya Bangkalan Madura, yang di kenal dengan panggilan akrabnya “Gus Har” adalah sosok Ulama Muda yang sering disebut-disebut oleh mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid katanya “ Gus Har itu adalah sosok sufi Muda yang waskito dalam kacamata Kebangsaan dan Peristiwa di Negara NKRI ini. . Hal itu terbukti ketika Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid mau Lengser dari Kursi Presiden kurang 6 Bulan Gus Har sudah terlebih dahulu memberitahukan pada Gus Dur , namun orang sekitar Presiden Abdurraham Wahid mengomentari bahwa Gus har sudah kurang setia pada KH Abdurrahman Wahid, Padahal itu murni dari pandangan kesufiaan dan kema’rifatan Gus Har. Dalam dialognya kata Gus Har “ sepertinya Pak kyai akan turun dalam Waktu 6 bulan Lagi ..!
    Jawab Presiden RI Gus Dur “ kita lihat saja nanti “ seperti sewaktu saya di ajak silaturrahmi oleh Gus Har (PROF.DR.KH.NANAG HARIADI ) Ke rumah Kediaman Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid di Ciganjur sewaktu masih hidup dulu, dimana dalam dialognya yang saya sendiri sebagai saksi bersama lex alexander dari India serta bambang TJ, Juga Mbak Yatik, kata Gus Har ‘ Pak Dur bagaimana kalau kita bentuk pasukan Berani mati untuk memerangi Malaysia yang telah mengambil sebagian Tanah Milik BKRI yakni Pulau Ambalat ..? jawab Gus Dur ‘ kita sama-sama Melarat ngapai harus perang Indonesia tidak punya senjata , sedangkan Malaysia tidak punya tentara ‘’ Jadi buat apa perang…..? di sisi lain kami pernah di ajak bertemu Permadi sang tokoh spiritual yang sekarang jadi penasehat Gerindra . dimana permadi pernah minta tolong pada Gus Har “katanya , permadi “ Gus Har kalau sampean sedang meraga sukma malam sekaligus sowan pada rumah kediaman Megawati Soekarno Putri sebaiknya tolong cekekkan Pak Taufik Kemas “ namun Gus Har menjawab saya lihat Pak permadi punya dendam kesumat pada pak Taufik kemas..?
    Berangkat dari semua cerita diatas kami selaku Kanselir DPC KOBUKI JAKSEL mendengar signyal dari Ketua Umum DPP JKOBUKI Gus Har sepertinya kita harus mendukung salah satu kandidat pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang bisa di pegang kata-katanya.” Mengingat Pilkada DKI Jakarta sebentar lagi akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2012 mendatang ,sangatlah elegan signyal itu kami tangkap bahwa yang perlu didukung dan kita menangkan adalah sosok Joko Widodo dan Pasangannya . Oleh sebab itu kami akan mendukung dan mencalonkan sekaligus memenangkan Pasangan Jokowi dan ahok untuk bisa menang pada Pilkada mendatang. Dalam wujud Nyatanya kami menghimbaukepad segenap Keluarga Besar Kobuki Jakarta Selatan untuk mendukung dan mendoakan agar Pasangan Jokowi dan Ahok memenangkan Pilkada Nanti pada putarn Pertama sekaligus terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta masa Bahti 2012 sampai dengan 2017 mendatang Amien. Sekali merdeka tetap merdeka salam doa untukmu
    DZATING NUR PANETRO ONO INGSUN GUS HAR . SINEBUT MARANG SEJATINE ROSO NANANG AHRAIADI AMIEN.
    AJI PUTIH MAYA ERANG, AJI ERANG MAYA PUTIH , REMUNE JAGAD KABEH ,IYA INGSUN NANANG HARIADI UTAWI GUS HAR TAN KETINGGALAN , LA ILAHA ILALLOH MUHAMMAD ROSULU’LOOH.
    Wassalam
    Tertanda
    cq
    H . MOH .FATHONI
    KANSELIR DPC KOBUKI JAKSEL

  2. Jakarta 18 Juni 2012
    Asssalamu alaikum Wr.Wb.
    Salam hangat dan salam sejahtera buat segenap segenap Masyarakat dan keluarga besar KOBUKI di seluruh Wilayah NKRI.
    Perkenalkan kami adalah Ketua Dept pemberdayaan Wanita DPP KOBUKI. Sebelumnya perlu lami ceritakan catatan harian yang tak bisa kami lupakan . Pada saat hangat-hangat pemilihan capre dan Cawapres tahun 2009 yang lalu , kami dengan rombongan kobuki mengadakan kunjungan silaturrahmi kebeberapa kandidat Presiden RI . Singkat ceritanya begini ” baru pertama kali kami masuk kerumah dinas Kediam bapak Wakil Presiden RI yakni bapak Drs Yusuf kala m sebenarnya itu bermula ajakan dari Ketua Umum Kobuki , yang telah menelpon lami untuk di ajak dan diperkenalkan dengan habib Bakri assegaf , yang kebetulan ada rencana bersilaturrahmi tempat habib Muhammad Assegaf , dimana habib Muhammad assegaf adalah team spiritual pasangan bapak JK & wiranto” diman pada saat itu kami bersama beberapa ulam dan kyai diantarnya ; ustadz Misbach dari tegal, Ustadz Ahma Zaini Aba gus har” habib Wahab Sardi hali Al Jufri dan mamy daruyah efendi Syarif., bersama-sama dengan jamaah tibul qulob yang akan berkonfoi dari lenteng menuju jal diponegoro rumah kediman wapres RI. , pada saat itu itu ulama sufi muda yang juga ketua umum DPP KOBUKI , Gus har” kurang yakin kalau-kalau team spiritual yang dipimpin habib Muhammad assegaf aka sukses dan menang, seiring dengan itu seperti pda saat dialog di bascamnya habib , Gu har berkata kalau saya lihat sepertinya pak Yusuf kala tidak berhasil ,…?/ langsung habib menjawab , hal itu kita serahkan saja pada Alloh Swt dan rakyat indonesia yang mau menginginkan pemimin yang baik…? Sejalan dengan itu gus har berkata kalau begitu kami harap habib pimpin doa untuk kita semua rombongan alaim Ulama yang hadir ini…? Ayo bib pimpin doa ..? Kata habib silakan Kyai gus har saja yang pimpin , setelah dengan jawaban hbib begitu akhirnya gus har tawarkan pada ustdaz misbach dan Syech ahmad Zaini , namun keduanya balik memberika pimpinan doa pada Gus har , sehingga Gus har pun memipin doa pada saat itu untuk keselamatan kita semua , bangsa dan negara ,kata -kata aminen pun bergema , yang keluar dari mulut para ulama, kyai ustad dan para habaib yang ada disitu.. Lanjut Cerita setelah selesai berdoa Gus har bercakap cakap kembali dengan Habib bakkri Assegaf , dimana Habib bakri bertanya pada Gus har Giman Berita dari langit jawab Gus har sepertinya Presiden Ri yang akan jadi SBY dan wakilnya ‘ jadi bagimana sebaiknya ,,lanjut’ Habiib bakri’ , tanya saja sama Habib Muhhad assegaf selaku koordinator para habaib dalam team spiritual Capres dan cawapresJK&Wiranto, disela-sela cerita , kembali pada saat Yusuf kala dan rombongan pengawalnya tiba di areeal halam rumah ISTANA WAPRES , dimana areal tersebut telah ditutup hambal dan karpet .Acarapun segera dimulai Pertama-tama sambutan sambutan dan yang pertama sambutan habib Muhammad assegaf , yang diman habib muhammad assegaf sempat keliru mengatakan dan menyebut Gus Har , seperti ini katanya ” yang kami Hormatti Tamu kita Ulama dari madura yang dipimpin oleh kyai gus Sholdan para robongannya , para kyai para habiab para ustadz , yang seharusnya yang kami Hormati Rombongan Para Alim Ulam Kyai gus har dari madura , pada saat itu tempat duduk Gus har bertepatan di samping wapres Ri deret kedua dari pak ysuf kala disampin habib Alhabsi dari tebet. Disis lain singkat cerita kata kyai syafii yang sedang berdialog dengan Gus har selepas selesai acara ritual , ‘ kata kyai syafii pada Gus har , pak gus har kalau menurut sya kita ini semua nya tahu tapi tidak tahu m yang artinya kita tahu yang kita lihat sekarang ini namun kita tidak tahu apa yang bakal terjadi besok..? JAWAB GUS HAR kalau menurut saya . Saya tahu tapi sampean tidak tahu , sebab saya dapat berita dari langit . ” Bahwa JK&wiranto bakal kalah dan dapat urutan yang paling bawah ” jadi begitu ya pak gus har kalau bgitu yang bakal terjadi maka sebaikan apa yang perly kita lakyhkan sambut kyai Syafii , jawab Gus har ” sebaijnya kita bersyukur . ! Motong pembicaraan Kyai syafii mengatakan oh iya terima kasih , jangan lupa mampir dipondok kaami ditebet , nanti kalau gus har ;ain waktu kita diskusi lagi. Terima kasih paka kyai jawab gus har. Kembali menganalisa cerita di atas TERNYATA KATA-KATA GUS HAR TERBUKTI.
    Berangkat dari cerita dan pengalaman diiatas , kami menghimbau kepada Para kndidat Gubernur dan wakil Gubernur DKI jakarta periode tahun 2012 s.d 2017 mendatang agar mengundang dan mengajak keluarga besar Kobuki yang berada di wilayah jakarta , sekaligus sowan pada gus har selaku ketua umum DPP KOBUKI , biar tidak kecewa dibelakang hari . Sebab menurut kami Gus Har itu dapat mau’nah dari alloh karena ketulusannya dan kesufiannya sehingga dia bisa mendengar berita dari langit , sekaligus tanyakan siapa yang bakal jadi gubernur DKI jakarta nanti tak lupa kami menghimbau kepada segenap warga besar kobuki yang berda di jakarta yang tergabung dalam Muslimat NU maupun Aisyah muhammadiyah agar bertanya kepada pimpinan kita . Siapa yang bakal jadi sekaligus yang harus kita dukung . Sebab sampai saat ini kamipun kehilangan kontak hubungan dengan gus har Ketua Umum/ajaraham DPP KOBUKI kita.demikian akhir kata teriring doa sholawat ALLOHUMMA SHOLLI ALAA NANANG HARIADI (GUS HAR) KAMMA SHOLLAITA ALAA NABIYULLOH IBRHIM WA NABIYULLOH DAUD WA NABIYULLOH MUSA WA NABIYULLOH ISA WA NABIYULLOH MUHAMMAD . AMIEN YA ROBBAL ALAMIN.
    JAKARTA 12 JUNI 2012
    DEWAN PENGURUS PUSAT
    KONTAK BUDAYA KOMUNIKASI INDONESIA
    ( DPP KOBUKI)
    TTD
    HJ ANIS SULALA
    KOORDINATOR DEPT PEMBERDAYAAN WANITA DPP KOBUKI
    HP’ 087884351905

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here