KegiatanTaushiyah

Acil Bimbo akan Lakukan Gerakan Kertasari Indah Bersama Lesbumi

Lembaga Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) kabupaten Bandung menggelar acara Ngabandungan Bulan dengan mengusung tema “Lembur Diurus, Nagara Dijaga & Lemah Cai Dipulasara” dengan menghadirkan Acil Bimbo sebagai pemateri. Acara tersebut digelar di Lapangan Sekolah Madrasah Aliyah Karya Bhakti Sukasari Desa Cibeureum (17-09-2019). Hadir pula ratusan tokoh agama, santri termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bandung Fraksi PKB KH Wawan Sofwan.

Mwcnu Kec. Kertasari bersama Acil Bimbo dan KH. Wawan Sofwan Anggota DPRD Kab. Bandung

“Sebenarnya, tema ini berhubungan dengan slogan yang pernah dikatakan Hadratusyekh KH Hasyim Ashari bahwa Hubbulwatton minal iman. Artinya, mencintai tanah air merupakan sebagai daripada iman. Ini selaras dengan konsep jaga lembur,” ujar Dadan Madani Ketua Lesbumi PCNU kabupaten Bandung.

Ia menilai Lesbumi menjalan tujuh strategi kebudayaan menghimpun seni, seniman lokal sebagai bentuk kesenian lokal utamanya di Bandung.

Sedangkan untuk jaga lembur gerakan Lesbumi mencoba menyapa kebiasaan lembur yang sudah terkikis. Persoalan itu, lembur merupakan benih agama. Yang melahirkan kyai militan yang mengakomodasi persoalan di lokal. Hari ini sudah mulai terkikis utamanya sejak ada media sosial.

Konsep “Ngabandungan Bulan”, konsep mengaji ala Wali Songo pendekatan kesenian bukan hanya dakwah monologi tetapi mengajak tontonan menjadi tuntunan. Seperti
jaga lembur urusan sosial budaya.

“Persoalan lokal ngawngun lembur cikal bakal negara. Bentuk Lesbumi menjalankan strategi kebudayaan. Memelihara situs, kesenian lokal. Pola dakwah kyai dulu, misalnya dengan nadzom dengan pendekatan lokal. Misalnya Eling-eling umat, dan termasuk sejarah lokal.

Dalam kesempatan yang sama, Acil Bimbo memaparkan konsep Jaga Lembur dihadapan warga Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari.

“Ini sebenarnya revitasli kecintaan & pengabdian kepada lembur. Jangan sampai anugrah kita tinggal di sini tidak disyukuri dengan tidak merawatnya,” ujarnya.

Ia menyinggung soal character building orang untuk tetap maju & sukses dalam bidang apa pun khususnya dapat berkonsolidasi dengan keadaan saat ini.

“Saya mendengar kawan dari Jepang bahwa kalau Jepang itu dididik menjadi bangsa satria, ada satu contoh, kalau mereka kerja 10 jam maka mereka akan kerja 12 jam. Etos seperti ini yang akan melahirkan kesungguhan untuk pembangunan budaya & nilai budi pekerti,” ujarnya

Ia menilai diskusi dalam Ngabandungan Bulan ini merupakan langkah awal untuk bergerak selanjutnya. Ia pun mencetuskan salah satu slogan Kertasari Indah untuk menjadi gerakan bersama-sama warga.

Tags
Tampilkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: